10 Tim Ramaikan Festival Sepak Bola WTC

KOMPAK: Tim Perjaka FC (paling kanan) Desa Dompyong Wetan Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, foto sebelum berlaga di Festival Sepak bola Usia Sekolah Dasar yang berlangsung di Lapangan Manuk Dadali Dompyong Wetan, Minggu (3/12). Foto: Abdul Hamid/Radar Cirebon

CIREBON – Pembinaan sepa kbola usia dini di Wilayah Timur Cirebon (WTC) kembali bergairah. Sejumlah desa dari WTC mengikuti Festival Sepak bola Usia Sekolah Dasar, Minggu (3/12). Ada 10 tim yang bersaing dalam event baru pertama kali digelar tersebut.

Berlangsung di Lapangan Manuk Dadali, Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, ke-10 peserta tersebut yakni Assado Dompyong Kulon, Perjaka FC Dompyong Wetan (dua tim), Bayongbong dan Silih Asih Kecamatan Pabedilan, Pasaleman, Serang Wetan Babakan, Getrak Moyan, Persip, serta Kudu Mulya Babakan.

Event itu digelar hanya sehari dari pagi hingga sore. Juara pertama diraih Desa Silih Asih. Sedangkan juara kedua adalah Kudu Mulya. Untuk juara ketiga dan keempat tidak diperebutkan.

“Awalnya kita hanya ingin silaturahmi sesama pembina sepak bola di WTC. Akhirnya, setelah kita berembuk, disepakati untuk menggelar kejuaraan,” kata Tarudin, inisiator festival.

Dalam festival tersebut, nantinya digelar setiap akhir pekan dengan tuan rumah bergiliran. “Assado Dompyong Kulon jadi tuan rumah yang pertama. Nanti bisa jadi Bayongbong tuan rumah di pekan berikutnya. Atau Perjaka Dompyong Wetan yang jadi host-nya,” tuturnya.

Tarudin menyebut, anggaran untuk festival kali ini berasal dari swadaya para peserta. Seperti dari biaya pendaftaran, sanksi kartu kuning dan merah, hingga beberapa donasi kecil donatur.

“Kami berharap, ke depan ada donatur yang memberi sumbangsih untuk pembinaan sepakbola usia dini di WTC. Selain itu, jumlah peserta juga bertambah,” jelasnya.

Bertambahnya jumlah peserta bukan tanpa alasan. Sebab, kata Tarudin, ada beberapa peserta dari desa lain yang mendaftar.

“Terpaksa kami tolak karena mereka terlambat daftar. Tapi ke depan, Insya Allah hal itu tidak akan terjadi. Sebab, kami akan pertimbangkan lagi peserta yang mendaftar di seri berikutnya,” jelasnya.

Salah satu pengamat sepak bola WTC, Hendika Kusyono, mengapresiasi festival tersebut. Sebab, sangat banyak potensi pemain sepak bola andal usia dini di WTC.

“Semoga pembinaan seperti ini terus berjalan. Sehingga, muncul pemain hebat untuk masa depan Cirebon,” terangnya.

Salah satu pengurus Perjaka FC, Ade Sukendar mengaku bersyukur ada kejuaraan untuk anak usia dini. “Alhamdulillah, para pemain antusias ikut festival. Kami harap bisa lebih baik lagi di seri berikutnya,” harapnya. (mid)