Gereja Serukan Pemilu Damai, Hari Ini Rakyat Timor Leste Tentukan Presiden

298
PILIH PRESIDEN: Rakyat Timor Leste berdiri di samping kotak suara yang akan didistribusikan untuk pemilihan presiden di Dili, Senin (19/3). FOTO: VALENTINO Dariel SOUSA/AFP

DILI – Setelah tiga hari masa tenang, har ini (20/3) Timor Leste menggelar gawe besar: pemilihan umum (pemilu) presiden. Ini adalah pemilu keempat di negara yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia (RI) tersebut.

Delapan kandidat bersaing merebut kursi orang nomor satu di Timor Leste. Dua calon diusung partai politik, sedangkan enam lainnya maju secara independen.

Dua hari menjelang coblosan, kemarin (18/3) pemimpin tertinggi gereja Katolik berharap pemilu berlangsung damai. Apa pun hasilnya, pendukung para calon presiden (capres) diharapkan bisa menerima dengan lapang dada.

Suasana kondusif perlu diciptakan untuk menghindari perpecahan antar sesama warga Timor Leste. Uskup Dili Mgr Virgilio do Carmo da Silva meminta delapan kandidat presiden bisa dengan senang hati dan dalam suasana damai menerima hasil pemilihan tersebut.

”Saya berharap, siapa saja yang menang pilpres, kita harus terima dengan senang hati. Kita semua dapat menciptakan situasi yang aman dan damai,” tutur Uskup Virgilio setelah memimpin misa penahbisan tiga diakon dan misa syukur satu tahun menjadi uskup Dili di Katedral Dili, Villa Verde, kemarin.

Setelah dua minggu kampanye dan menyampaikan program, kini saatnya memberikan keputusan kepada rakyat untuk memilih. ”Yang perlu dijaga adalah persatuan dan kesatuan. Mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan partai atau kelompok serta berusaha agar rakyat keluar dari kemiskinan dan kemelaratan,” ujar Virgilio.

Hal senada dikatakan peraih hadiah Nobel Perdamaian 1996 sekaligus mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta. Dia mengimbau seluruh rakyat menggunakan hak pilihnya.

Rakyat harus memilih presiden baru sesuai hati nurani. Terbebas dari rasa ketakutan menggunakan hak pilih. Sebab, Timor Leste adalah negara demokrasi.

”Siapa pun yang terpilih sebagai presiden, kita semua harus memberikan dukungan karena itu adalah hasil inspirasi demokrasi Timor. Kita perlu menunjukkan kepada dunia kematangan politik dan demokrasi kita. Juga kita harus menciptakan kedamaian agar demokrasi di negara kita berjalan dengan baik,’’ papar Horta. (*/c9/ca)