2 Desa di Kuningan Longsor, Satu Rumah Terancam dan Akses Jalan Retak

waspada-longsorHARUS WASPADA: Bencana alam seperti longsor kerap menghantui warga Kabupaten Kuningan terutama yang masuk daftar zona merah. Foto: Dok. Radar Kuningan

KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (4/12) siang hingga malam ternyata menyebabkan tanah longsor kecil di dua lokasi berbeda. Lokasi longsor itu terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede dan Desa Pamulihan, Kecamatan Subang.

Tak ada korban jiwa ataupun kerusakan parah menimpa rumah warga. Namun, pergerakan tanah menyebabkan beberapa permukiman warga terancam ambruk dan akses jalan mengalami retak-retak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyebutkan, musibah tanah longsor pertama terjadi di Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, menyebabkan jalan dusun ke arah Cirahayu mengalami retak sepanjang 50 meter. Selain itu tembok penahan tebing (TPT) belakang SMP Negeri 2 Subang ambruk hingga mengancam bangunan masjid, ruang OSIS, perpustakaan dan MCK ditemukan retakan tanah sepanjang 115 meter.

“Tim dari BPBD sudah meninjau lokasi dan melakukan assesment dan mapping. Alhamdulillah kerusakan terbilang tidak parah. Sehingga untuk penanganannya kami menyarankan pemerintah desa dan warga setempat melakukan upaya penutupan retakan tanah dan perbaikan saluran drainase di lingkungan sekolah agar kejadian tersebut tidak terulang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin kepada Radar, kemarin.

Di lokasi kedua, Agus mengatakan, tanah longsor mengancam satu rumah warga di Dusun Pahing, Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede atas nama Mukhit (53). Pergerakan tanah di samping bangunan tersebut menyebabkan tembok dan keramik rumah Mukhit mengalami retak-retak dan khawatir ambrol apabila hujan kembali turun.

“Untuk antisipasinya, kami sudah mengirimkan satu terpal plastik untuk menutup tebing yang ambrol untuk mencegah longsor susulan jika hujan turun lagi. Kami juga sudah mengimbau kepada pemilik rumah untuk bersiap mengungsi apabila hujan turun dengan durasi waktu cukup lama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Agus.

Atas kejadian tersebut, Agus kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap segala potensi bencana yang mungkin terjadi pada musim hujan tahun ini seperti longsor, banjir hingga angin kencang. Termasuk kepada aparat desa dan kecamatan untuk selalu mengawasi wilayahnya dan melakukan upaya-upaya pencegahan sejak dini seperti membersihkan sungai dari sampah, memperbaiki saluran drainase dan lainnya. (fik)