2 LA Galaxy vs Manchester United 5, Berebut Posisi Sembilan

636
DUEL: Marcus Rashford (bawah) terjatuh saat berduel dengan dua pemain Los Angeles Galaxy Hugo Arellano (kanan) dan Jaime Villarreal (kiri) dalam pertandingan di StubHub Center, kemarin. HARRY HOW/AFP
DUEL: Marcus Rashford (bawah) terjatuh saat berduel dengan dua pemain Los Angeles Galaxy Hugo Arellano (kanan) dan Jaime Villarreal (kiri) dalam pertandingan di StubHub Center, kemarin. HARRY HOW/AFP

LOS ANGELES – Zlatan Ibrahimovic sudah pergi. Begitu pula dengan Wayne Rooney. Tetapi, Manchester United sudah menggantikannya dengan sosok Romelu Lukaku yang dihargai GBP 75 juta (Rp 1,3 triliun) dari Everton, Selasa lalu WIB (11/7). Lalu bagaimana Marcus Rashford musim ini?

Akankah dia jadi bayang-bayang Lukaku? Seperti saat Rashford hanya menjadi bayang-bayang Ibrahimovic musim lalu. Setidaknya Rashford sudah memberi pembuktian kepada Jose Mourinho di Stubhub Centre, Los Angeles, Minggu pagi kemarin WIB (16/7). Rashford sukses mencetak dua dari lima gol United ke gawang Los Angeles Galaxy (LA Galaxy).

Gol pertama di menit ketiga, lalu mengakumulasikannya 17 menit kemudian. Ketiga gol United sisanya masing-masing diciptakan Marouane Fellaini (menit ke-26), Henrikh Mhitaryan (67′), dan Anthony Martial (72′). Galaxy hanya bisa membalas dari dua gol Giovani dos Santos, masing-masing di menit ke-80 dan 88.

Lukaku? Rom – sapaan akrab Lukaku – turun sejak 45 menit babak kedua menggantikan Rashford. ”Ya, saya rasa ini (gol) bagus untuk kepercayaan diri saya,” sebut striker yang berusia 19 tahun itu, dalam wawancaranya kepada MUTV. Dua gol kemarin menjadi dua gol pertama di pramusim United.

Musim lalu, dari lima laga pramusim United, tidak sekalipun Rashford mampu mencetak gol. Hanya, Rashford tidak mau menjadikan dua golnya ini sebagai patokan bahwa pada musim 2017-2018 kepercayaan Mourinho akan jatuh padanya. ”Masih terlalu dini di pramusim, dan ini juga masih terlalu dini untuk musim secara keseluruhan, masih ada tugas yang harus dikerjakan baik sebagai individu atau sebagai tim,” lanjut Rashford.

Musim lalu, Rashford hanya 16 kali dipercaya Mourinho turun sebagai starter di Premier League dari total 32 kali penampilannya. Itu pun hanya sembilan di antaranya dia dimainkan di lini depan. Sedangkan, tujuh laga sisanya dia hanya dimainkan sebagai pemain sayap. Sekali di sayap kanan, enam sisanya di sayap kiri.

Rashford pun hanya tiga kali mampu menyingkirkan Ibrahimovic dari posisi sembilan di Premier League. Melihat dari besarnya uang yang digelontorkan The Red Devils supaya sukses mendapat tanda tangan striker Belgia itu, besar peluang Lukaku untuk “memulangkan” kembali Rashford sebagai pemain sayap.

Atau bahkan ke bangku cadangan. Terlebih, jika ketajamannya musim lalu dibandingkan dengan Ibrahimovic, Lukaku masih sedikit di atas Ibracadabra – julukan Ibra. Walaupun golnya musim lalu di semua ajang kalah dari Ibrahimovic (Ibrahimovic 28 gol, Lukaku 26 gol), jika itu dirata-rata per laga, Lukaku unggul tipis.

Ibrahimovic dengan 0,6 gol per laga, sedangkan Lukaku 0,68 gol per laga. Diwawancara ESPN, Mourinho memuji penampilan Rashford. ”Meski, hari ini (kemarin WIB) dia (Rashford)  bermain di tim yang beda (dengan Lukaku),” puji Mourinho yang sudah melakoni laga ke-65 di United dalam semua ajang itu.

The Special One – julukan Mourinho – menyebut tidak mustahil menduetkan Rashford-Lukaku di lini depan United. ”Kami akan mencobanya (menduetkan Rashford-Lukaku). Kalau menurut saya, itu akan berfungsi,” klaim pelatih yang berkebangsaan Portugal itu. Bagaimana potensi itu muncul?

Berkaca dari musim lalu, ketika Ibrahimovic absen pada delapan laga terakhir di Premier League, hanya dua kali Mourinho mempercayakan posisi sembilan untuk Rashford. ”Sepanjang musim lalu, setiap orang berkata kepada saya bahwa itu periode sulit bagi Rashford dimainkan. Tapi, dia termasuk sering dimainkan di tim,” tutur Mourinho.

Pengalaman dua musim cuma jadi bayang-bayang Ibrahimovic dan Rooney dianggapnya sudah bisa menjadi modal untuk menantang Lukaku bersaing untuk posisi sembilan musim ini. ”Dia banyak bermain di posisi berbeda (striker, winger kiri, dan winger kanan), itu bagus untuk evolusinya,” sebut Mourinho.

Dia pun meyakini Rashford akan melejit musim ini. Sekalipun harus bersaing melawan Lukaku. ”Dia sudah banyak belajar, dengan profesionalitasnya, dan tingkah baiknya. Di musim lalu dia tidak banyak mencetak gol, dan kehilangan banyak peluang gol. Itu bukan drama, tapi itu bagian dari evolusinya. Musim depan, dia akan mencetak lebih banyak gol,” tambahnya. (ren)