2 Wolverhampton vs Liverpool  1, Kutukan Klopp

Piala FA

Sport
JURGEN-KLOPPJurgen Klopp. Foto: AP

WOLVERHAMPTON – Liverpool kembali tersingkir di Piala FA. Kompetisi sepak bola tertua dunia ini seolah menjadi kutukan bagi Manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Penakluk teranyar The Reds, julukan Liverpool, adalah klub Premier League, Wolverhampton Wanderers. Menghadapi Sang Serigala pada putaran ketiga FA Cup di Molineux, kemarin dini hari WIB, Liverpool kalah tipis 1-2.

Sejak tiba di Anfield 2015 lalu, ini adalah kali keempat secara beruntun, Klopp dan pasukannya tersingkir di Piala FA. Pada tiga edisi terdahulu, Si Merah dieliminasi West Bromwich Albion, Wolverhampton, serta West Ham United di babak keempat.

Wolverhampton secara keseluruhan sudah lima kali menyingkirkan Liverpool di Piala FA. Hanya Stoke City yang memiliki rekor lebih banyak dengan enam kali mendepak Liverpool.

Pada laga kemarin, Raul Jimenez mengawali mimpi buruk Liverpool lewat golnya di menit ke-38. Divock Origi sempat menyamakan kedudukan di menit ke-51 sebelum Ruben Neves memastikan kemenangan tuan rumah di menit ke-55.

Dengan tersingkirnya mereka di FA Cup, Liverpool sekarang hanya menyisakan dua kompetisi lagi di musim 2018/2019. Masing-masing Premier League dan Liga Champions.

Tersingkirnya Liverpool di Piala FA tak lepas dari perjudian besar-besaran yang dilakukan Klopp. Manajer asal Jerman itu membuat sembilan perubahan pada starting XI-nya. Termasuk memberi debut senior kepada pemain muda Rafael Camacho dan Curtis Jones.

Selain itu, mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut juga dipaksa memainkan bek tengah berusia 16 tahun, Ki-Jana Hoever. Remaja asal Ajax tersebut diturunkan mendampingi bek dadakan, Fabinho di menit ke-6 untuk menggantikan Dejan Lovren yang cedera.

“Masalahnya, kami memainkan susunan pemain yang sama dan memiliki tiga pertandingan sulit dalam beberapa minggu terakhir. Jelas kami harus berubah. Itu saja,” jelas Klopp di situs resmi Liverpool.

Klopp yang baru memasukkan Mohamed Salah dan Roberto Firmino setelah tertinggal 1-2 menegaskan, sepenuhnya bertanggung jawab atas hasil buruk ini. Kendati demikian, dia tetap melontarkan nada kecewa terhadap penampilan anak asuhnya.

Berhasil membalas kekalahan mereka di Premier League dan lolos ke babak keempat, Manajer Wolves, Nuno Espirito Santo memuji pemainnya. “Secara umum, saya pikir itu adalah pertandingan yang sangat bagus. Saya sangat bangga melawan tim yang sangat bagus,” katanya dikutip Sky Sports.

Walau Liverpool mendominasi pertandingan, Nuno menegaskan, mereka pantas menang. “Itu adalah kinerja yang baik, pertandingan yang sulit. Kami memiliki serangan balik yang baik,” ujar pelatih asal Portugal tersebut. (amr)