27 Peserta Melaju ke Kudus

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di Kota Cirebon

AUDISI-UMUM-DJARUM-BESISWA-BULU-TANGKISMENUJU FINAL: Ke-27 peserta peraih super tiket Audisi Umum Cirebon foto bersama dengan tim pencari bakat PB Djarum di Sport Hall Bima, kemarin. Foto: Tatang Rusmanta/Radar Cirebon

CIREBON – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di Kota Cirebon berakhir, Senin (6/8). Sebanyak 27 peserta terpilih untuk mengikuti final audisi di GOR Jati, Kudus, bulan depan. Empat di antaranya adalah pebulutangkis muda asal Kabupaten Cirebon.

Ke-27 peserta yang lolos ke Kudus telah melewati tahap turnamen dan tampil habis-habisan untuk memenangkan pertandingan. Sebanyak 18 di antaranya langsung meraih super tiket setelah melewati ketatnya persaingan hingga babak final. Sementara sembilan peserta lainnya meraih super tiket tambahan berdasarkan penilaian tim pencari bakat.

Sengitnya pertandingan di hari terakhir kemarin, merupakan cerminan dari ketatnya persaingan seiring jumlah peserta Audisi Cirebon yang meningkat tajam. Pada tahun 2016, jumlah atlet muda yang mengikuti Audisi Umum di Cirebon sebanyak 483 orang. Di tahun 2017, angka ini meningkat menjadi 529 orang. Sedangkan pada tahun ini, jumlah atlet muda yang berjuang meraih super tiket demi bergabung dengan PB Djarum mencapai 882 orang.

Christian Hadinata, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta Audisi Umum Cirebon. Ditambah lagi, Audisi Umum Cirebon memecahkan rekor peserta terbanyak dalam rangkaian Audisi Umum 2018 yang sudah dihelat di tujuh kota yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Surabaya, Purwokerto, Cirebon, dan Solo Raya. Audisi Umum tahun ini menyisakan satu kota lagi, yakni Kudus, Jawa Tengah pada 4-6 September mendatang.

“Animo masyarakat terhadap dunia bulutangkis semakin tinggi. Terima kasih kepada para atlet, orangtua, dan para pelatih yang sudah datang jauh-jauh ke Cirebon untuk mengikuti proses seleksi ini,” ujar eks pelatih Pelatnas Cipayung.

“Bagi yang sudah lolos di Audisi Umum Cirebon ini, jangan berpuas diri. Perjuangan masih panjang. Masih ada final audisi di Kudus. Persaingan akan lebih ketat. Jadi persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi babak final tersebut,” imbuh peraih tujuh gelar juara All England ini.

Sementara itu, bagi  atlet muda yang belum lolos, Christian Hadinata berpesan agar jangan patah semangat. Masih ada kesempatan untuk bergabung dengan PB Djarum. “Kesempatan masih terbuka karena masih ada Audisi Umum 2018 di Kudus. Jadi tetaplah berlatih dan asah kemampuan,” jelas Christian.
Sementara itu, Shareef Fahd Basysyar, peserta audisi asal Desa Blender, Karangwareng, Kabupaten Cirebon mendapatkan kesempatan keduanya tahun ini. Shareef adalah peserta audisi yang lolos ke final audisi pada tahun 2016.

Ketika itu, dia mengikuti kelompok usia 13 tahun dalam Audisi Umum yang digelar pertama kali di Cirebon. Namun, dia pulang dari Kudus setelah gagal masuk karantina. Tahun ini dia ikut audisi di kategori U-15. Shareef mendapatkan super tiket tambahan. Dia kembali berkesempatan mengikuti final audisi di Kudus.

“Saya sangat berharap bisa masuk PB Djarum. Makanya ikut audisi lagi. Tapi pas gagal masuk semifinal fase turnamen, saya kira bakal gagal. Beruntung sekali saya dapat super tiket tambahan. Mudah-mudahan di Kudus nanti, saya lebih beruntung,” kata dia sembari tersenyum riang. (ttr)