oleh

4 Ribu Lulusan SMK di Cirebon Nganggur

CIREBON – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon mengungkap, setidaknya ada empat ribuan lulusan SMK setiap tahunnya menyumbang angka pengangguran di Kabupaten Cirebon.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi mengatakan, perlu adanya revisi sistem pembelajaran di SMK. “Karena saat ini memang lulusan SMK ini menyumbang banyak angka pengangguran di Kabupaten Cirebon setiap tahunnya,” ujarnya.

Diungkapkan Abdullah, saat ini jika dibikin rata-rata lulusan SMK setiap tahunnya mencapai 28 ribu orang. Hitungan itu, lanjut Abdullah, berdasarkan jumlah SMK di Kabupaten Cirebon sebanyak 200 SMK baik swasta maupun negeri.

“Jika dibikin rata-rata saja satu SMK memiliki lulusan setiap tahunnya 140 orang, berarti kalau dikalikan itu ada 28 ribu,” tuturnya.

Sedangkan setiap tahunnya pembuat kartu kuning di Disnaker Kabupaten Cirebon hanya 24 ribu. “Nah pembuat kartu kuning setiap tahunnya dibikin rata-rata itu 24 ribu. 24 ribu itu gabung ya bukan hanya lulusan SMK saja tetapi banyak juga dari lulusan MA dan SMA,”ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, untuk lulusan SMK 28 ribu maka ada selisih dengan yang membuat kartu kuning sekitar 4 ribu selisihnya. “Kan ada selisih 4 ribu, sedangkan pembuat kartu kuning 24 ribu itu bukan hanya SMK saja. Okelah kalau dibuat 4 ribu selisihnya itu 4 ribu ke mana,” ujarnya.

Sedangkan, menurut Abdullah, pencari kerja dipastikan akan membuat kartu kuning sebagai syarat wajib ketika melamar pekerjaan. “Kan wajib punya kartu kuning, sehingga diduga besar 4 ribu ini menganggur karena melamar kerja saja tidak,” tuturnya.

Sehingga, Abdullah menilai, perlu ada yang harus direvisi dari kurikulum SMK. “Kalau kondisi demikian pastikan ada masalah dengan kurikulum SMK. Nah saya setuju dengan komentar gubernur Jawa Barat, perlu adanya revisi kurikulum SMK,” pungkasnya. (den)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed