oleh

650 Tahun Kota Cirebon, Tantangan Kerja untuk Azis-Eti Masih Banyak Masalah

CIREBON-HUT ke-650 Kota Cirebon, Minggu (1/9), merupakan yang pertama bagi pasangan Nashrudin Azis dan Eti Herawati sebagai walikota dan wakil walikota. Azis-Eti mengklaim telah berbuat banyak setahun terakhir ini. Sejak dilantik 12 Desember 2018 lalu. Meski juga mengakui masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Tak mau cepat berpuas diri, Azis-Eti ingin terus bekerja membawa Kota Cirebon lebih mendunia.

Ya, peringatan Hari Jadi ke-650 yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah tampaknya menjadi tonggak bagi Kota Cirebon untuk meningkatkan prestasi dan kemajuan di segala bidang. “Ini momentum memperbaharui semangat kerja guna membangun Kota Cirebon lebih baik ke depan,” kata Walikota Nashrudin Azis saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di DPRD Kota Cirebon.

Sejarah lahirnya Cirebon, sambung Azis, tidak sekadar catatan peristiwa ritual tahunan, tetapi harus senantiasa menjadi momentum refleksi diri atas pengejawantahan kembali nilai-nilai agung  perjuangan leluhur yang telah dirintis sejak 6,5 abad yang lalu. “Karena itu, peringatan hari jadi ini menjadi momentum me-reorientasi nilai-nilai semangat perjuangan para leluhur, sekaligus mengkaji ulang sudah sejauh mana kita mengakselerasi program pembangunan yang sudah, sedang, dan akan dicapai agar  benar-benar membawa manfaat dan berkah bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandas Azis.

Dikatakan Azis, tema Caruban Nagari Puser Ing Bumi sesungguhnya terkandung keinginan luhur. Dan, dalam konteks kekikian, tema itu adalah membangkitkan kembali jati diri sebagai orang Cirebon, menguatkan tugas dan tanggung jawab dalam akselerasi pencapaian Visi Kota Cirebon 2018-2023, yakni Sehati (sehat, hijau, agamis, tenteram, dan inovatif). “Sekaligus kita wujudkan Kota Cirebon sebagai kota berbasis budaya dan sejarah,” katanya.

Di sektor wisata, walikota berjanji akan bekerja sekuat tenaga, dibantu OPD terkait bersama semua stakeholder untuk bisa mencapai target kunjungan 2 juta wisatawan. Sebagai sebuah kota yang berkembang dengan pesat, ia mengatakan kebutuhan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi sangatlah diperlukan. Saat ini Kota Cirebon merupakan salah satu kota perintis smart city dari 25 kabupaten/kota se Indonesia. Rintisan smart city ini bertujuan mewujudkan kota yang layak huni dengan memberikan pelayanan publik yang efisien dan efektif melalui implementasi kemajuan teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Seluruh kemajuan dan prestasi yang diraih saat ini, kata Azis, tercapai atas kerja keras semua pihak, terutama partisipasi masyarakat. Tapi, sambung Azis, agar tidak cepat berpuas diri. Ia mengatakan ke depan tugas kian berat. “Masih banyak permasalahan dan tantangan yang harus diselesaikan. Dan itu membutuhkan perjuangan, kerja keras, kerja kita, bersama-sama seluruh komponen yang ada di Kota Cirebon,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed