9 Kecamatan di Kuningan Darurat Serat Optik

SATELITIlustrasi. Foto: Pixabay.com

KUNINGAN – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kuningan mencatat, sembilan kecamatan di Kabupaten Kuningan masih menggunakan akses internet melalui satelit. Sehingga berdampak terhadap pembiayaan rutin pemakaian satelit yang cukup mahal dibanding menggunakan kabel serat optik atau manual.

Pemerintah daerah sendiri sudah berusaha menggandeng pihak ketiga agar mau membangun jaringan serat fiber optik ke Ssmbilan kecamatan yang masih menggunakan jasa satelit tersebut. Sayangnya hingga saat ini, belum ada operator yang siap menginvestasikan dananya untuk membangun jaringan serat optik.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Drs Teddy Suminar MSi kepada Radar. Mantan Kepala Dinas Pariwisata itu tak menampik jika anggaran menggunakan jasa satelit oleh kecamatan, membebani anggaran daerah. Itu berbeda jika memakai jaringan optic yang jauh lebih murah.

“Kondisi geografis di Sembilan kecamatan itu yang memaksa menggunakan jasa satelit, meski biayanya cukup mahal. Ditambah lagi tidak adanya operator yang mau bekerjasama untuk membuka wilayah blank spot di kecamatan. Penggunaaan via satelit di kecamatan yakni untuk akses masuk ke internet atau sistem online,” papar Teddy, kemarin (11/7).

Menurut Teddy, kesembilan kecamatan yang memakai jasa satelit berada di wilayah Kuningan selatan, timur dan utara. Yakni Kecamatan Pasawahan, Cimahi, Ciwaru, Karangkancana, Cilebak, Subang, Selajambe, Hantara dan Ciniru. Untuk Kecamatan Ciwaru, dia mengaku seharusnya jaringan optik sudah masuk mengingat besarnya penggunaan internet di wilayah tersebut.

“Kami sendiri tidak tahu kenapa operator enggan membangun jaringan optik di Kecamatan Ciwaru. Padahal potensinya sangat besar. Mungkin operator memiliki pertimbangan lainnya. Karena belum ada jaringan optik, ya terpaksa kantor Kecamatan Ciniru memanfaatkan jasa satelit untuk akses online,” katanya.

Teddy juga memaparkan kemajuan kerja sama membangun jaringan optik di pusat kota dengan pihak ketiga. Sampai akhir tahun ini ditargetkan pembangunan jaringan optik menggunakan sistem ducting (penanaman serat optik, red) sepanjang 30 kilometer. Nantinya, operator bisa memanfaatkan ducting untuk kepentingan telekomnikasi.

“Kami bekerjasama PT Jabar Telematika berupa pembangunan penanaman serat optic (ducting) bersama. Kerja sama ini berlangsung selama 10 tahun dan akan dilakukan evaluasi setiap tahunnya sekaligus menerima dana kompensasi berupa pendapatan asli daerah (PAD) yang langsung masuk ke kas daerah Kabupaten Kuningan,” terang dia.

Di samping itu, lanjut Teddy, pemda akan mendapatkan kontribusi tetap berupa penggunaan kabel serat optik 2 core yang menghubungkan jaringan antar SKPD untuk menunjang sarana jaringan smart government.

“Adanya pembangunan ducting ini insfrastruktur komunikasi di Kabupaten Kuningan akan semakin kuat, sekaligus sebagai jawaban dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan harapan agar Smart City akan cepat terwujud. Untuk tahap awal kerja sama pembangunan jaringan ducting ini akan dibangun sepanjang 50 kilometer yang dibiayai langsung PT Jabar Telematika,” tukasnya.

Bahkan setelah berjalan selama kurun waktu 10 tahun, nantinya jaringan ducting itu akan menjadi aset daerah Pemkab Kuningan.

“Setelah dibangun infrastruktur ini ada konsekuensi yang harus dilakukan pemkab. Kalau kita ingin mewujudkan Smart City kita harus menyiapkan dulu prasarana lainnya. Seperti contoh Diskominfo ini harus mampu mengelola data centre, pengelolaan data centre ini difokuskan di Diskominfo, tentunya semua SKPD harus terintegrasi ke Diskomnfo. Semua server itu harus ada di Diskominfo, dan kami harus mampu membuat suatu aplikasi untuk pengamanan data server tersebut,” katanya.

Intinya, menurut Teddy, dalam mewujudkan Smart City ini semua aplikasi (E-Government) baik di dinas-dinas maupun instansi pemerintahan harus terintegrasi dan memiliki kesamaan dalam platform atau program aplikasi yang dibuat oleh Dinas/SKPD tersebut. Dengan dibangunnya ducting bersama, potensi yang besar untuk menggali sumber PAD.

Seperti dari penyewaan ducting kepada para penyelenggara operator telekomunikasi, Internet Servis Provide (ISP), LCD, TV kabel. Secara bersamaan dengan ducting kondisi kota akan bebas dari kabel udara yang mengganggu keindahan kota, dan secara ekonomi dapat mendorong kegiatan ekonomi produktif juga dapat menciptakan lapangan kerja baru. (ags)