ABK WNI Korban Kecelakaan Kapal di Taiwan

JAKARTA– Empat orang anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Indonesia menjadi korban dalam tabrakan kapal di perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan. Satu orang ditemukan tewas, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan, kecelakaan terjadi antara kapal nelayan Shih Hui 31 dengan kapal ber­muatan kerikil seberat 8 ribu ton pada Jumat (18/9) lalu.
Dalam kejadian naas tersebut, 9 orang ABK kapal nelayan Shih Hui 31 dinyatakan hilang. Mereka terdiri dari 1 orang kapten warga negara Taiwan, 4 ABK Tiongkok dan 4 ABK WNI. Empat WNI tersebut beridentitas Kusnanto, Kusnali dan Tasam asal Brebes, Jawa Tengah, serta Sanip asal Karawang.
Iqbal melanjutkan, dari sembilan tersebut lima orang telah ditemukan. Empat orang ditemukan pada Sabtu (19/9) dan satu orang lagi pada Minggu (20/9) sore waktu setempat. “Kami menerima info dari Taiwan Cost Guard via TETO, bahwa hari ini salah satu kapal nelayan yangg ikut dalam SAR menemukan 1 jenazah yang diduga kuat adalah salah satu ABK,” tuturnya di Jakarta, kemarin (20/9). Kapal itu, lanjut dia, direncanakan membawa jenazah merapat ke pelabuhan Keelung sore ini untuk dilakukan identifikasi.
Dari jenazah yang telah berhasil dievakuasi sendiri, sebagian telah berhasil diidentifikasi. Yaitu satu ABK Tiongkok dan satu ABK WNI atas nama Kusnanto. Sementara, dua jenazah lainnya masih belum diketahui. Karenanya, untuk antisipasi kebutuhan identifikasi ini, Kemenlu akan berkoordinasi dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. “Kami akan koordinasi dengan DVI Polri untuk segera lakukan pengambilan sampel DNA,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Nasio­nal Penempatan dan Perlin­dungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid me­nuturukan, pihaknya tengah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak keluarga korban. Perwakilan BNP2TKI pun tengah berangkat ke Brebes dan Karawang untuk bertemu pihak keluarga. “Ini sedang proses kunjungan,” ujarnya.
Sementara itu, ditanya tentang pemulangan jenazah WNI yang telah teridentifikasi, Nusron mengatakan, belum akan dilakukan. “Kita nunggu koordinasi dulu dengan otoritas di sana,” ungkapnya. (mia)

Content Protection by DMCA.com