Abrasi di Pesisir Sukra, 2 Ribu Hektare Daratan Hilang

LAHAN DESA UJUNG GEBANG TERGERUS ABRASI
ABRASI: Tanah daratan di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, secara perlahan tergerus abrasi. Foto: Komarudin Hidayat/Radar Indramayu

INDRAMAYU – Penyelamatan tanah daratan dari ancaman abrasi pantai menjadi perhatian pemerintah daerah. Abrasi, tidak saja berdampak hilangnya lahan produktif, tapi pemukiman penduduk.

Seperti di Desa Ujung Gebang Kecamatan Sukra. Di desa ini, abrasi telah melenyapkan satu dusun dan kini berubah menjadi laut.

Kuwu Ujung Gebang H Kusnato mengatakan, selain pemukiman penduduk, tanah daratan yang hilang juga terdapat lahan pertanian.

“Seluruhnya sudah 2000 hektare tanah daratan  yang hilang akibat abrasi,” ungkap Kusnanto.  Saat ini, lanjutnya, abrasi mengancam lahan pertanian karena le01taknya berada dekat dengan bibir pantai.

“Dulu ada dusun namanya Ujung Gebang di tengah lautan sana. Dusun tersebut hilang akibat tergerus abrasi. Bahkan kantor balai desa dulunya ada di dusun tersebut. Sekarang untuk lahan pertanian yang masih tersisa tinggal 700 hektare lagi. Tapi Alhamdulillah, tahun ini BBWS Citarum akan membangun break water di pantai kami,” ujarnya, Senin (11/2).

Bupati Indramayu Supendi mengatakan, secara teknis penanggulangan abrasi merupakan kewenangan Ditjen SDA melalui BBWS. Namun, kata Supendi, Pemkab Indramayu juga sangat memberikan perhatian kepada wilayah pantai yang terkena abrasi.

Menurutnya, dari sepanjang 140 kilometer pantai di Indramayu, ada beberapa spot yang terkena abrasi, seperti Kecamatan Sukra, Patrol, Kandanghaur dan Juntinyuat. Lebih lanjut, dikatakan Supendi, untuk mengatasi abrasi selain melakukan penanaman pohon mangrove juga membangun tanggul pemecah ombak.

“Kecamatan-kecamatan itulah yang menjadikan perhatian bagi kami pemerintah daerah. Kami berharap kepada Kementerian PUPR dalam hal ini BBWS membangun tanggul pemecah gelombang (break water, red),” kata Supendi saat menghadiri acara di Pantai Plentong Desa Ujung Gebang Kecamatan Sukra, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan, upaya penanggulangan abrasi sudah lakukan dan realisasinya secara bertahap. Bahkan, kata pria yang akrab disapa Hari ini, tahun 2019 pihakmya akan membangun beberapa titik lokasi pantai, yakni membangun break water. Termasuk, tanggul jety di muara pemukiman nelayan.

“Kami merespon dan menindak lanjuti usulan dari daerah. Dari usulan tersebut nantinya akan dilihat mana saja daratan pantai yang menjadi prioritas untuk dibangun break water. Terutama pada pantai yang dataran tanahnya memiliki potensi, seperti lahan produktif maupun yang bisa dijadikan lokasi wisata. Seperti di Kabupaten Indramayu ini,” ujarnya saat meninjau Bendungan Karet Kandanghaur, kemarin.

Menurut Hari, masalah abrasi memang menjadi persoalan bagi daerah yang memiliki pesisir pantai. Dikarenakan daratan pantai secara perlahan habis akibat tergerus ombak. “Tentunya hal ini berdampak kerugian bagi daerah yang dilintasi pantai,” katanya. (kom)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya