Abrasi Pantai Plentong Parah, Satu Dusun di Ujunggebang ‘Hilang’

Bernain-di-pantai-Plentong-yang-belum-dibangun-breakwater
SEGERA DIBANGUN: Seorang anak kecil bermain di Pantai Plentong yang belum dibangun breakwater. FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum akan melanjutkan pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Rencananya, pembangunan breakwater dilakukan pada tahun anggaran 2019. Selain breakwater di pantai desa yang berbatasan dengan Kabupaten Subang itu juga dibangun jetty atau tanggul penahan ombak yang menjorok ke laut.

Kuwu Ujunggebang H Kusnato SE mengatakan, breakwater dibangun di Pantai Plentong. Karena hingga saat ini pantai tersebut belum memeliki tanggul penahan ombak. Akibat tidak adanya breakwater, tanah daratan di pantai itu secara perlahan hilang terkena abrasi.

“Kami dapat informasi, tahun 2019 nanti daratan yang di sebelah timur pantai Plentong akan dibangun breakwater. Memang perlu segera dibangun tanggul, agar tanah daratan pantai kita bisa diselamatkan. Selama ini abrasi terus menggerus tanpa henti.Dalam dua tahun terakhir saja daratan pantai hilang sekitat 200 meter,” ujarnya, kemarin.

Kusnato mengatakan, selama kurun waktu dua puluh tahun, daratan yang hilang sekitar lima kilometer dari bibir pantai. Bahkan gerusan ombak laut sudah menghilangkan satu dusun. Untuk itu pihaknya menyambut baik rencana Kementerian PUPR tersebut.

“Daratan pantai desa kami yang belum dibangun break water tinggal satu kilometer lagi. Sebelumnya breakwater dibangun pada tahun 2015 yaitu di sebelah barat pantai Plentong,” terangnya.

Selain lahan produktif di sekitar pantai dapat terselamatkan, pembangunan breakwater akan menyelamatkan wisata pantai Plentong. Wisata pantai tersebut kini berkembang pesat dan memberikan PAD bagi Desa Ujunggebang.  Kusnato mengatakan, breakwater yang akan dibangun itu merupakan perjuangan Anggota Komisi V DPR RI Drs Yoseph Umarhadi.

Sementara itu Yoseph Umarhadi mengaku kaget mengetahui daratan pantai Ujung Gebang habis dengan cepat. Setahun lalu anggota dewan dari PDIP itu berkunjung ke Desa Ujung Gebang meninjau pantai. Menurut Yoseph, persoalan abrasi di desa tersebut harus segera ditangani.

“Tanah daratan Desa Ujung Gebang ini harus diselamatkan. Apalagi desa ini memiliki potensi yang bagus, bukan saja pertanian tapi juga pariwisatanya. Saya lihat lokasi wisata seperti Pantai Plentong sangat berpotensi. Karena setahun lalu pantai wisata Plentong masih sepi, sekarang ramai. Bahkan sudah banyak sarana penunjang wisata,” ujarnya. (kom)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya