Ada Trotoar dan Median, Jalan Wahidin Makin Menyempit

Kota Cirebon
okri--wahidin-(2)Trotoar dan median di Jl Wahidin Sudirohusodo masih dalam pengerjaan, Rabu (7/11). Aktivitas proyek mulai dikeluhkan pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di kawasan itu.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Keluhan terus diungkapkan oleh masyarakat yang beraktivitas disekitar proyek peningkatan jalan dan trotoar. Proyek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp39 miliar ini dikebut demi target penyelesaiannya. Sehingga dampak yang ditimbulkan merugikan warga, walaupun ini hanya bersifat sementara.

Salah seorang warga, Nurul Hidayat SH  mengeluhkan bagian depan kantor tempatnya beraktivitas, masih ada pekerjaan pembuatan trotoar dan median jalan. Walaupun sekarang dalam tahap penyelesaian, namun masih meninggalkan sejumlah sisa material yang belum diangkut. “Untuk trotoar di depan kantor sudah hampir selesai, sepertinya tinggal pembersihan dan finishing saja,” ucap Nurul kepada Radar Cirebon.

Yang dikeluhkannya adalah pembuatan median jalan. Pasalnya, hal itu membuat jalan yang semula lebar menjadi sempit. Yang dia dengar, katanya Jalan Wahidin juga akan diperlebar. Di tempat berbeda, warga lainnya Moh Kemal mengaku khawatir akan keselamatan anaknya yang bersekolah di SMP sekitar proyek.

Alasannya, trotoar dan pelebaran jalan didepan sekolah yang belum diselesaikan, meninggalkan galian dan tumpukan beton. “Kalau pulang sekolah, nunggu angkutannya bukan di trotoar lagi, tapi di jalan. Ini kan berbahaya,” katanya.

Proyek peningkatan jalan dan trotoar ini juga dikerjakan di Jalan Evakuasi dan Jl Pangeran Drajat. Pekerjaan ini, sama-sama dikomplain masyarakat. Karena tidak memperhatikan keselamatan. Juga beragam dampak lainnya.

Warga Jl Evakuasi, Kasnawi (45) mengatakan, galian untuk drainsae berlarut-larut. Bahkan dibiarkan menganga, tanpa pembatas. Kondisi ini tentu cukup berbahaya untuk pengendara. “Setelah tikungan depan RS Medimas, itu terbuka. Padahal di situ gelap. Kalau malam bahaya,” tuturnya.

Proyek itu sudah berlangsung cukup lama. Setelah satu bulan, cekungan galian baru ditutup beton. Itu pun baru sebagian. Sementara culvert box, yang merupakan penampang untuk drainase ditumpuk di sejumlah tempat.

Yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah tikungan Jl Brigjen Dharsono (By Pass) ke arah Jl Evakuasi. Di lampu lalu lintas itu tertulis; belok kiri jalan terus. Tetapi tepat di lajur kiri ada galian yang ditutup oleh barikade. Sehingga arus lalu lintas yang langsung belok kiri ini terhambat oleh barikade tersebut.

Sayangnya, beragam keluhan ini tidak pernah ditindaklanjuti lebih lanjut. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Hanry David belum dapat dikonfirmasi. Termasuk penanggung jawab proyek dari kontraktor. (gus)