Ada Wayang Kulit yang Pernah Dimainkan Sunan Kalijaga

1296
KOLEKSI MUSEUM: Sejumlah bendar yang ada di Museum Cakrabuana. FOTO: JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

CIREBON – Koleksi Museum Cakrabuana, Sumber memang masih terbatas. Namun, ada beberapa koleksinya yang berusia cukup tua, yaitu wayang kulit kuno yang dihibahkan Dalang Ki H Mansur. Konon wayang tersebut pernah digunakan oleh Ki Kaca Prawa, atau Sunan Kalijaga saat menjadi dalang wayang kulit, untuk mensyiarkan Agama Islam.

Pemandu Museum Cakrabuana, Djoko Nurkahfi mengakui Museum Cakrabuana masih minim koleksi benda-benda kuno. Hanya saja ada beberapa, yang menjadi koleksi kebanggaan, bahkan kerap menjadi objek penelitian. Setidaknya benda koleksi di dalam museum sendiri dikelompokkan ke dalam beberapa jenis bahan, yakni besi, kain, kayu, tanah liat, keramik dan kulit.

Benda-benda dari besi misalnya, terdapat aneka keris dan patung. “Keris di Cirebon itu sangat khas. Terutama canggemnya yang beraneka ragam,” jelas Djoko. Selain itu, ada juga koleksi wayang golek, gerabah, kain batik dari berbagai motif, gamelan laras prawa dari Gegesik, serta 40 karakter kedok wayang wong yang sekarang mungkin saja sudah hampir punah.

Menurut Djoko, agar memiliki daya tarik, Museum Cakrabuana harus mempunyai maskot. Saat ini, Museum Cakrabuana sendiri lebih menyimpan koleksi benda-benda seni dan budaya. Sementara untuk museum umum secara luas bisa menampung banyak benda kuno, dan juga memang harus memiliki tempat yang luas.

Penamaan museum cakrabuana sendiri tak lebih untuk menghormati leluhur Pendiri Cirebon. Walaupun memang di museum tersebut tidak ada koleksi yang berhubungan dengan Pangeran Cakrabuana.

Meski dalam keterbatasan, kata Djoko, pelajar cukup memadati museum itu setiap harinya. “Kita sangat kaya karena memiliki macam-macam seni dan budaya. Kita bersyukur karena memiliki wayang kulit Ki Kaca Prawa ini sebagai maskot bagi pedalangan,” jelasnya.

Kepala Disbudparpora Kab Cirebon, H Hartono didampingi Kasi Kesenian, Uuk Sukarna mengatakan wayang kulit Ki Kaca Prawa itu se-zaman dengan Sunan Kalijaga. Hal itu bisa dilihat dari umur kulit. Selain itu ada titik satu di bawah wayang serta identitas lain di kaki tangan wayang yang menegaskan bahwa itu merupakan karya Sunan Kali Jaga. Selain itu, ada kesamaan antara wayang koleksi keraton dan museum. “Itu koleksi museum yang paling tua,” katanya. (jamal suteja)

BAGIKAN