Air PDAM Asin dan Lengket, Warga Kabupaten Cirebon Kembali Protes

DPRD Desak BBWSCC Segera Perbaiki Dua Bendungan Karet Bocor

Kabupaten Cirebon
AIR-BERSIHILUSTRASI

CIREBON-Pelayanan PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon kembali diprotes. Rasa asin dan lengket masih menjadi persoalan utama pelanggan. Pasalnya, Bendungan Karet di Desa Tawangsari, Kecamatan Losari bocor.

“Tidak tanggung-tanggung, masyarakat yang terdampak air PDAM asin dan lengket itu di tiga kecamatan, yakni Losari, Gebang dan Pabedilan. Karena tiga kecamatan ini pelayanan PDAM-nya dari sana,” ujar anggota DPRD Kabupaten Cirebon Sofwan ST kepada Radar Cirebon.

Dia mengaku, para wakil rakyat telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut beberapa minggu lalu. Namun, belum ada tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC). “Memang Bendungan Karet yang bocor itu kewenangan BBWSCC. Tapi, imbasnya air PDAM tercampur air laut. Akibatnya, asin dan lengket. Harusnya, PDAM pun mendesak BBWSCC melakukan perbaikan,” terang pria yang akrab disapa Opang itu.

Warga Desa Tawangsari itu juga mengaku, selama ini yang melakukan perbaikan Bendungan Karet yang bocor adalah warga setempat dengan menggunakan karung berisi tanah. Artinya, ini sangat ironis sekali. Apalagi, sudah hampir lima bulan terakhir ini Bendungan Karet Tawangsari mengalami kebocoran. Bahkan, pernah ketika banjir datang pun, semuanya hanyut. Seharusnya yang berteriak untuk mendorong segera diperbaiki adalah pemerintah daerah setempat, bukan masyarakat.

“Sejak April 2018 lalu, bendungan di wilayah tempat tinggal saya itu mengalami kebocoran. Namun sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal, air sungai setempat digunakan untuk PDAM dan mengairi pertanian,” jelasnya.

Air PDAM yang terkontaminasi air laut itu secara otomatis membuat mesin-mesin elektronik cepat berkarat dan rusak. Artinya, selain ratusan petani yang bergantung pada air sungai untuk mengaliri tanaman mereka pun terkena imbasnya.

“Bendungan karet yang bocor bukan saja di Desa Tawangsari saja. Di Desa Babadan, Kecamatan Gunungjati pun bocor. Saat kita kunjungan ke BBWSCC, hasilnya akan diperbaiki di tahun ini. Tetapi sampai sekarang tetap saja tidak ada perbaikan. Jadi, kami mendesak agar BBWSCC segera turun tangan memperbaiki dua Bendungan Karet yang bocor itu,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Suharyadi mengaku, menanggapi keluhan para pelanggan PDAM akibat Bendungan Karet Tawangsari dan Babadan yang mengalami kebocoran, pihaknya sudah jauh-jauh hari menyurati BBWSCC untuk segera bertindak.

Namun, informasi yang didapat, BBWSCC baru akan memperbaiki dua Bendungan Karet tersebut di 2019 nanti dengan anggaran Rp20 miliar untuk dua bendungan. “Kalau di Babadan sementara sudah dipasang kidam oleh BBWS. Ya mudah-mudahan di 2019 bisa cepat terealisasi,” imbuhnya. (sam)