Akhirnya Banjir Lahan Semanggen Surut

627
Ilustrasi Banjir lahan semanggen yang mulai surut. Foto:Kholil Ibrahim/Radar Indramayu

INDRAMAYU– Hampir enam bulan bersabar, petani semanggen di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan bisa tersenyum lebar. Hal ini menyusul mulai surutnya genangan air di lahan semanggen milik mereka yang sejak awal tahun lalu direndam banjir.

Tak menunggu sampai lama, sebagian petani semanggen penggarap lahan yang berlokasi di pinggir jalan raya Jenderal Achmad Yani Anjatan itu pun sudah mulai kembali bercocok tanam.

Sebagian lainnya masih mengolah lahan dan ada pula yang menebar benih semanggen di petak-petak yang sudah dibersihkan dari semak belukar.

Percepatan tanam semanggen dilakukan seiring meningkatnya permintaan bahan baku rumbah selama Ramadan. Diprediksi, di musim mudik dan lebaran, permintaan semanggen bakal melonjak tajam.

“Nanti pas lebaran, permintaannya pasti naik. Karena biasanya orang-orang yang pulang mudik pada ingin menikmati rumbah semanggen. Makanya, olah tanam semanggen digenjot,” ujar Ato salah seorang petani.

Sebelumnya, areal lahan semanggen seluas puluhan hektare itu tergenang banjir hingga membuat petani stop produksi. Sampai-sampai para petani dan Pemdes Anjatan Utara melakukan upaya penyedotan.

Dikerahkan dua unit pompa penyedot berkapasitas besar untuk mengatasi banjir di lahan semanggen. Dua unit pompa dengan kapasitas 30 PK ditambah water pump itu dioperasikan hampir setiap hari.

Sempat menyedot habis genangan air di lahan semanggen, banjir malah kembali merendam. Imbasnya, rencana untuk bercocok tanam semanggen tertunda. Tak hanya petani semanggen, belasan hectare areal persawahan yang berada di sekitar lahan semanggen memang turut terkena imbas.

Percepatan tanam tidak dapat direalisasi lantaran sawah mereka tidak bisa ditanami. Ikhtiar lain yang dilakukan, yakni dengan membersihkan saluran air di pinggir jalan raya dari sampah dan semak belukar yang menghambat arus air. (kho)