Akhirnya, Kuda Boleh Ikuti Karnaval Memayu Trusmi

memayu-buyut-trusmi-2018ANTUSIAS: Masyarakat sangat antusias menyaksikan berbagai tontonan saat Karnaval Memayu Trusmi di Jalan Raya Plered, Minggu (14/10). FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Panitia dan kepolisian akhirnya memperbolehkan kuda untuk ikut karnaval Memayu Trusmi yang dilaksanakan, Minggu (14/10). Namun dengan catatan, tetap melarang pacuan kudanya.

Kapolsek Plered AKP Budi Hartono kepada Radar mengakui, awalnya melarang untuk membawa kuda ikut karnaval Memayu Trusmi. Namun, terpaksa memperbolehkan karena sudah telanjur didatangkan.

Kendati demikian, Budi tetap melarang pacuan kudanya. “Pacuan kudanya yang kita larang. Kalau untuk kuda tidak dipacu, kita perbolehkan. Alhamdulillah, semua berlangsung kondusif,” tuturnya.

Sementara, Sesepuh Trusmi, Kiai Toni Sah mengatakan, tradisi memayu adalah mengganti atap yang rusak pada situs Trusmi menjelang musim hujan. “Memayu itu ganti atap yang rusak,” ujarnya.

Sedangkan memayu dalam ajaran budi pekerti, lanjutnya, untuk membersihkan diri dari semua unsur keburukan. “Memayu itu artinya memayu akal pikiran kita sendiri. Dimayu oleh diri sendiri, agar diri kita bersih,” ungkapnya.

Toni mengungkapkan, tradisi memayu sudah ada sejak beberapa abad silam, tepatnya sejak zaman wali. “Sejak abad kesembilan sudah ada. Kita tinggal meneruskan saja,” jelasnya.

Namun Toni tidak mengetahui secara pasti kapan Memayu Trusmi ini digelar karnaval dan berbagai macam jenis tradisi lainnya. “Sejak kita belum lahir dari cerita ke cerita,” imbuhnya.

Dalam tradisi Memayu Trusmi ini, menurut Toni, memang ada beberapa ritual yang dilaksanakan sebelum mengganti atap yang rusak. “Ritualnya kan ada. Tapi kalau untuk umum hanya ganti atap,” ungkapnya.

Sementara itu, akibat ramainya warga yang menyaksikan karnaval, Pantura dari mulai Weru hingga Tengah Tani mengalami kemacetan total. Polisi pun melakukan contraflow, karena satu jalur pantura dipenuhi warga yang menonton.

Salah satu warga, Dean mengaku sangat maklum dengan kemacetan lalu lintas pada momen karnaval Memayu Trusmi. “Memang setiap tahun juga macet. Karena ini dilakukan setiap tahun sekali. Jadi pengendara maklum, dan warga sangat antusias untuk menonton karnaval ini,” tuturnya. (den)