Akses Jalan ke TPA Kopi Luhur Perlu Dibeton

Tumpukan Sampah Mulai Teratasi, Bau Masih Menyengat

Akses jalan TPA Kopi Luhur berlumpur karena hujan, Rabu (20/2). Kondisi ini menyebabkan armada pengangkutan sampah kesulitan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Akses jalan TPA Kopi Luhur berlumpur karena hujan, Rabu (20/2). Kondisi ini menyebabkan armada pengangkutan sampah kesulitan.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Akses jalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur menjadi penyebab penumpukan sampah di beberapa lokasi. Pasalnya, armada pengangkutan seringkali terjebak di akses jalan yang lebih mirip arena off road itu.

Dari pantauan Radar Cirebon, akses jalan sepanjang hampir 300 meter itu tidak ada pengerasan. Hanya berupa tanah yang kondisinya menjadi berlumpur saat turun hujan. Sehingga armada pengangkutan terhambat. “Medannya berat. Salah sedikit ban selip,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Drs H RM Abdullah Syukur MSi kepada Radar Cirebon.

Dengan kondisi ini, bongkar sampah memakan waktu lama. Imbasnya tentu pada pengangkutan sampah di TPS yang berada di kota. Juga di kawasan permukiman. Syukur mengaku, telah mengajukan pembuatan jalan beton didalam TPA kepada walikota untuk diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR). Betonisasi TPA merupakan hal penting, guna mempermudah truk bongkar, terutama musim hujan.

Sementara itu, dari beberapa TPS penumpukan volume sampah sudah bisa teratasi. Namun  bau menyengat masih tercium. Salah satunya di TPS Kesambi. Warga setempat, Iding mengeluhkan ini. Meski ia pun mengakui pengelolaan saat ini sudah lebih baik. “Sekarang sudah nggak separah dulu. Tapi baunya masih menyengat. Mungkin musim hujan juga,” ujarnya.

Ia juga sangat mendukung pengoperasion TPS mobile disegerakan.Keberadaan armada pengangkutan yang menjemput ke RW akan membantu pengangkutan sampah. Serta meminimalisasi potensi penumpukan.

Kondisi serupa juga terjadi di TPS Jl Evakuasi. Meski tumpukan sampah berkurang, namun warga masih mengeluhkan bau tidak sedap. Warga setempat, Asep berharap TPS ini bisa lebih diperhatikan dalam pengangkutan.

Sehingga tidak terjadi lagi kelebihan kapasitas. Sementara itu, di beberapa TPS lain seperti Jl Cipto Mk sudah tidak terdapat tumpukan sampah. Namun di TPS Sunyaragi sampai terlihat meluber sampai ke jalanan. (apr)