Aktivis Desak Pemkab Tertibkan Reklame Depan Patung Topeng Losari

dri---dibongkar-2018-meleset-(15)Kondisi monumen patung Losari masih terhalang papan reklame raksasa, setelah 11 bulan pembangunan. Sejumlah aktivis mendesak agar reklame tersebut segera ditertibkan.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sejumlah aktivis di Cirebon Timur meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon segera memroses penertiban papan reklame dan baliho di sekitar monumen patung Losari. Hal tersebut dikarenakan, sampai saat ini tidak ada upaya jelas yang dilakukan Pemkab Cirebon untuk melakukan penertiban.

Ketua Forum Muda Cirebon Rian Jaelani kepada Radar Cirebon menuturkan, sejak patung tersebut dibangun pada akhir tahun lalu, masyarakat Cirebon Timur khususnya yang berada di sekitar Losari sangat menunggu dan ingin melihat patung tersebut secara utuh. Namun keberadaan papan reklame raksasa yang menghalangi patung tersebut, membuat berbagai elemen masyarakat kecewa.

“Ini sebenarnya tujuan awalnya bagaimana. Maksudnya seperti apa? Kalau bangun patung di belakang reklame pesan apa yang mau disampaikan? Makanya, kita mendesak ada penertiban,” ujar Rian.

Menurutnya, sebagai salah satu ciri atau landmark yang sengaja dibangun pemkab, pembangunan monumen patung Losari tersebut harusnya sudah terencana dan terkonsep dengan baik. Namun kondisi yang ada saat ini justru memperlihatkan jika perencanaan itu tidak tepat.

“Pilihannya itukan reklamenya ditebang atau patungnya dipindah. Kenapa posisi patungnya di sini kalau reklamenya tidak ditertibkan. Inikan berarti yang melakukan dipertanyakan. Sudah hampir setahun patung itu disembunyikan di balik papan reklame. Mau sampai kapan?” imbuhnya.

Ia pun mendesak Pemkab Cirebon segera melakukan penataan dan segera menertibkan papan reklame yang ada. Agar posisi monumen patung Losari bisa terlihat dengan jelas sebagai kebanggaan masyarakat Cirebon, khususnya warga Losari. “Kalau misalkan reklame itu punya provinsi atau punya swasta segera dibicarakan penyelesaiannya. Jangan nunggu-nunggu, sudah 11 bulan kita tunggu. Ternyata tidak ada upaya juga,” jelasnya.

Sementara itu, Aktivis Cirebon lainnya Rizky Pratama kepada Radar Cirebon akan menagih janji Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon yang beberapa waktu lalu pernah berstatemen kepada media bahwa akan segera menertibkan reklame tersebut agar tidak menghalangi monumen patung Losari. “Kan dulu pak kadisnya pernah bilang begitu. Mau ditertibkan, kontrak reklamenya tidak diperpanjang. Buktikan dong. Atau kita akan ke sana kita kantornya kita tagih janjinya,” ungkapnya. (dri)