Anggaran KONI Kota Cirebon Berpeluang Rp 5 M Per Tahun

KONI-KOTA-CIREBON2
KONSOLIDASI: Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati (kiri) berbincang dengan Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno di sela Kongres Luar Biasa PSSI Kota Cirebon, belum lama ini. Foto: Tatang Rusmanta/Radar Cirebon

CIREBON – Jelang tahun 2019, KONI Kota Cirebon masih punya cukup banyak pekerjaan rumah. Salah satunya mendongkrak peningkatan dana pembinaan cabang olahraga (cabor).

Tahun depan, dana hibah dari pemerintah memang lebih besar. Tapi belum sesuai ekspektasi top organisasi olahraga di Kota Udang tersebut.

Sudah lebih dari delapan tahun aliran dana ke KONI tidak mengalami peningkatan, hanya di angka Rp 2,75 miliar. Tahun depan, dana hibah dari Pemkot Cirebon ditambah menjadi Rp 3 miliar. Padahal sebelumnya, KONI sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 5 miliar, sesuai usulan cabor yang ada di bawah naungannya.

Induk organisasi yang menaungi 41 cabor di Kota Cirebon itu pun merasa belum puas dan berharap masih dapat menambah jumlah anggaran. Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan pemerintah agar anggaran ditingkatkan lagi.

“Saya akan minta arahan Pak Walikota dan juga Ketua DPRD Kota Cirebon,” kata Wati kepada Radar Cirebon.

Di samping itu, Wati juga menginstruksikan agar cabor segera menyusun dan menyerahkan proposal anggaran tahun 2019. Sejauh ini, kata Wati, baru delapan cabor yang mengajukan kebutuhan anggarannya ke KONI.

“KONI sangat membutuhkannya. Proposal dari cabor itu data konkrit yang akan kita bahas dengan pemerintah,” tambahnya.

Kedelapan cabor yang proposalnya sudah diterima KONI adalah biliar, bulu tangkis, bridge, dansa, karate, menembak, pencak silat dan selam. Dari delapan cabor tersebut, yang terbesar mengajukan anggaran adalah selam, yaitu Rp 317 juta. Sementara menembak Rp 288,318 juta, karate Rp 268 juta, pencak silat Rp 225 juta, biliar Rp 213 juta, bulu tangkis Rp 126,5 juta, bridge Rp 94,492 juta dan dansa Rp 29,6 juta.

“Totalnya lebih dari Rp 1,5 miliar. Itu baru dari delapan cabor. Sementara di Kota Cirebon ada 41 cabor. Jadi, kebutuhan anggaran kita memang besar. Dan itu real,” tegas Wati.

Dia berharap, awal tahun 2019 mendatang, bisa menggelar pertemuan yang dihadiri semua pemangku kebijakan. Baik itu walikota maupun ketua DPRD Kota Cirebon. KONI juga berniat mengundang pengurus cabor dalam pertemuan yang secara khusus akan membahas perkara anggaran olahraga tersebut.

“Makanya, saya tekankan betul agar teman-teman cabor segera menyusun dan mengajukan kebutuhan anggaran tahun 2019. Agar pada pertemuan itu, kita bisa jelaskan kepada pemerintah bahwa program yang kita rencanakan memang benar adanya,” jelasnya.

Rencana KONI mendapat sambutan positif dari Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno. Menurut Edi, sudah ada keinginan bersama bahwa olahraga itu menjadi bagian dari kemajuan Kota Cirebon. Untuk itu, perencanaan anggaran harus dilakukan sebaik mungkin.

“Kalau programnya jelas, terencana dengan baik, saya rasa tidak ada yang tidak mungkin. Anggaran KONI Insya Allah bisa ditingkatkan lagi,” katanya.

Namun demikian, menurut Edi, KONI harus segera mengumpulkan dan menyusun program berdasarkan usulan cabor. Deadline-nya, pekan kedua Januari 2019. “Batas waktunya dua pekan. Karena di awal tahun akan dilakukan pembahasan anggaran perubahan 2019 dan anggaran murni untuk tahun berikutnya,” pungkasnya. (ttr)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya