Angin Kencang Bantu Petani Bawang

687
BUTUH ANGIN: Para petani bawang melakukan aktivitas tanam. Petani berharap kemarau tahun ini tidak sering turun hujan. FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Musim kemarau sudah mulai terasa di wilayah Kabupaten Majalengka. Selain panas dan pasokan air berkurang, angin kencang juga sering terjadi.

Namun bagi petani bawang, angin tersebut justru cukup membantu. Seperti yang diungkapkan Sobirin (37), petani asal Brebes Jawa Tengah yang menyewa lahan dan menanam bawang di wilayah Kertajati.

Menurutnya, musim kemarau yang disertai angin kencang sangat membantu tanaman bawang untuk tumbuh. Bahkan angin bisa membawa pergi hama-hama yang hinggap.

“Saya tidak tau hama apa, yang jelas ukurannya lebih kecil dari nyamuk. Kalau ada angin kencang hama tersebut tidak akan betah hinggap di dedaunan atau batang bawang,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu yang hampir tidak ada kemarau karena sering turun hujan, para petani menyambut baik kondisi cuaca musim kemarau saat ini. Hujan sudah mulai jarang, dan hal itu sangat baik bagi tanaman bawang.

Tahun kemarin banyak petani bawang yang mengalami kerugian. Karena tanaman bawang sering dilanda hujan.

Petani lainnya yang menanam bawang di Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Jasma (39), mengatakan hal yang sama. Dia berharap agar musim kemarau saat ini tidak berubah menjadi musim hujan seperti tahun sebelumnya, karena tidak ingin merugi puluhan juta seperti tahun sebelumnya.

“Kami tidak ingin rugi dua kali. Kalau kemarau masalah kami cuma satu yakni fokus menyiram tanaman, dan di sini sudah ada air dari saluran irigasi tinggal nyedot saja,” ungkapnya. (bae)