Arab Saudi dan Situs-Situs Bersejarah

Catatan Perjalanan Haji
YANTO-S-UTOMO

SERING kita membaca di media sosial atau medsos soal  rencana pembongkaran situs-situs bersejarah di Madinah. Bahkan yang ngeri termasuk makam Rasulullah pun akan dibongkar. Rasanya tanda-tanda ke arah itu tidak ada. Bahkan saya yakin heboh berita seperti itu hanyalah adu domba dan cenderung bohong.

Justru pemerintah Arab Saudi sedang getol-getolnya memelihara beberapa fasilitas ibadah haji dan umrah. Termasuk fasilitas-fasilitas pendukung. Situs-situs itu tidak bisa terpisahkan jika berhaji atau umrah. Seiring dengan menurunnya harga minyak dunia, haji dan umrah menjadi andalan Arab Saudi. Ya, devisa dari dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Seperti diketahui, bertahun-tahun, setelah ditemukan minyak di bumi Arab, anggaran negara itu 75 persen ditopang oleh sumber energi yang tidak bisa diperbaharui tersebut. Namun seiring menurunnya minyak dunia dan menurunnya cadangan sumber energi itu, negeri terkaya nomor 19 dunia itu banting setir.

Salah satu yang menjadi andalan adalah kunjungan haji dan umrah di Haramain. Bahkan tahun 2020 diproyeksikan pendapatan devisa dari sektor itu mencapai 150 miliar dolar.

Nah, karenanya apapun yang  mendukung rencana itu akan mendapatkan perhatian serius. Termasuk situs-situs bersejarah yang ada di dua kota tersebut. Maka tak mungkin situs-situs akan dimusnahkan. Yang ada justru malah ditambah fasilitasnya. Dan juga dipelihara.

Misalnya di Madinah. Banyak situs di kota itu. Baik yang  berada di dalam maupun di sekitar  Masjid Nabawi.  Masjid yang dibangun Rasulullah ini justru terus dipercantik. Bahkan juga ada rencana pelebaran. Begitu juga sekitar masjid dipelihara dan dijaga.

Kemudian Masjid Quba. Masjid ini pertama yang didirikan oleh Rasullullah Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Masjid yang didirikan pada tahun 1 Hijriah ini tempat salatnya diperluas. Juga parkir kendaraannya tambah luas. Kaki lima disulap menjadi pertokoan.

Di dalam Nabawi ada Makam Rasullullah Muhammad SAW. Lokasinya di timur Masjid Nabawi. Tempat ini dulunya merupakan Rumah Rasullullah. Pada masa kepemimpinan Dinasti Mamluk tahun 678 H, di Makam Rasullullah ini dibangun Green Dome (Kubah Hijau). Di bawah Green Dome itulah jasad Rasullullah dimakamkan berdampingan dengan dua sahabatnya yaitu Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Tempat itu 24 jam terus dikunjungi.

Di dalam masjid ada Raudhah. Merupakan salah satu tempat yang paling dituju. Jamaah berebut untuk mengunjungi taman surga tersebut untuk berdoa  dan  salat. Sementara di sebelah timur masjid ada Makam Baqi. Makam yang juga untuk memakamkan para jamaah haji yang meninggal ini ramai dikunjungi. Makam ini terus dipercantik. Dibuka pagi setelah salat Subuh dan sore setelah salat Asar.

Jabal Uhud merupakan lokasi perang besar yang pernah terjadi antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy. Jabal Uhud berupa bukit yang menjadi saksi sejarah wafatnya para syuhada pembela Islam di Madinah. Parkir tambah luas. Pengunjung semakin nyaman.

Masjid Kiblatain juga ramai dikunjungi jamaah. Masjid yang mulanya bernama Masjid Bani Salamah karena didirikan di tanah bekas rumah milik Bani Salamah. Masjid ini disebut juga masjid dua kiblat dan menjadi salah satu masjid terkenal di kota.

Juga ada Masjid Khamsah. Ini merupakan masjid yang memiliki kaitan erat dengan peristiwa sejarah perang Khandak. Masjid ini terletak sekitar 3 kilometer di arah barat laut dari Masjid Nabawi.

Semua situs itu justru sekarang semakin terawat dan terpelihara. Tambah bersih. Parkir lebar dan pedagang di sekitarnya pun semakin tertib. (*/bersambung)