Artika Sari Devi Dukung Ussy Suliswati Seret 10 Akun Instagram ke Polisi

Infotainment, Selebritis
ARTIKASARI-DEVIArtika Sari Devi. Foto: Instagram.

AKTRIS yang juga seorang pengusaha restoran, Ussy Sulitiawati telah habis kesabarannya. Akhirnya bersama kuasa hukumnya Sany Arifin mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (11/12), untuk melaporkan lebih dari 10 akun Instagram yang diduga menghina kedua anaknya hasil pernikahan dengan Yusuf Sugianto. Terlapor dilaporkan telah melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta tindak pidana pencemaran nama baik.

Sebagai ibu, aktris Artika Sari Devi mendukung langkah yang ditempuh istri Andika Pratama tersebut. Ia beranggapan bahwa orang tua punya tanggung jawab dalam melindungi anak-anaknya dari berbagai ancaman salah satunya body shaming dan bullying di media sosial.

“Ya saya rasa itu langkah yang wajar yang dilakukan seorang ibu karena proteksi pertama untuk seorang anak itu dari orangtuanya,” kata Artika saat dihubungi Fajar Indonesia Network (Radar Cirebon Group), Rabu (12/12).

Putri Indonesia 2004 ini juga menuturkan bahwa sudah sewajarnya Ussy mengambil sikap tegas dengan melaporkan para pemilik akun yang menghina anak-anaknya di media sosial. Dengan memberikan sanksi kepada pelaku setidaknya akan menjadi pelajaran. “Kalau mengambil sikap tegas seperti itu saya sangat mendukung karena buat saya ini menjadi pembelajaran buat kita pengguna internet khusus sosial media untuk respect menghormati satu sama lain,” kata Artika.

Diakuinya bahwa sebagai negara demokrasi seluruh warga Indonesia mempunyai kebebasan menyampaikan pendapat di depan umum, namun tidak dibenarkan untuk menghina dan mencemarkan nama baik orang lain. “Semuanya punya kebebasan berekspresi tapi tidak untuk body shaming dan bullying, gitu,” ujarnya lagi.

Sejauh ini, Artika mengaku tidak pernah mengalami hal buruk terhadap kedua anaknya Sarah Ebiela Ibrahim dan Dayana Zoelie Ibrahim. Hal ini kata Artika bisa jadi karena jumlah follower yang sulit melakukan pemantauan. “Selama ini enggak ada sih yah (anak alami bullying di medsos), mungkin karena follower saya tidak terlalu banyak sehingga saya bisa maintenance, pun aktif melakukan komunikasi sering interaktif gitu yah. Jadi mungkin saya bukan seperti public figure lainnya punya follower jutaan jadi susah kan memantaunya gitu,” terangnya lagi.

Sekali lagi Artika menekankan bahwa mendukung langkah hukum yang ditempuh Ussy untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan buat penunggu internet lainnya agar lebih menjaga sikap dan ucapannya. “Tapi saya sangat mendukung sekali apa yang sudah dilakukan oleh Ussy. Mudah-mudahan ini menjadi efek jera dan pembelajaran buat netizen untuk bisa menjaga sikap, menjaga ucapan,” tukas dia.

Pengacara Ussy, Sandy Arifin mengatakan ada lebih dari 10 akun Instagram yang kliennya laporkan di Mapolda Metro Jaya. Hanya saja terkait identitas pelaku masih proses penyelidikan oleh penyidik. “Sekitar lebih dari 10 (akun Instagram yang dilaporkan, red) cuman nama-namanya masih proses penyelidikan,” kata Sandy usai mendampingi Ussy melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (11/13).

Ussy bersama pengacaranya melaporkan terkait tindak pidana pelanggaran pasal 37 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 310 dan 311 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penghinaan.

“Kita laporkan tindak pidana UU ITE pencemaran nama baik melalui media elektronik, pasal 37 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 310 dan 311 KUHP. Ancaman hukumannya 4 tahun,” jelas Sandy.

Dikatakan Sandy, Ussy sangat yakin menempuh jalur hukum hingga kasus ini vonis dan pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. Dengan harapan memberikan efek jera kepada pelaku dan netizen lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

“Jadi jika ingin berdamai atau minta maaf silahkan tapi tetap proses hukum berjalan sampai di pengadilan, sampai divonis agar menjadi efek jera. Untuk orang-orang lain juga supaya tidak diperlakukan seperti itu oleh oknum-oknum seperti itu,” jelasnya lagi.

Ussy mengaku tak bisa terima jika anaknya dihina dan diolok-olok. Langkah yang dia ambil kali ini lantaran ia sudah sangat geram terhadap netizen yang merendahkan martabat anak-anaknya. “Aku sih tidak pernah bermasalah mau dihina masalah bajunya jelek i dont care tapi ketika itu sudah menghina, menjelek-jelekkan, merendahkan martabat anak-anak aku, aku gak bisa diam,” kata Ussy.

Persoalan ini sudah cukup lama terjadi, hanya saja Ussy baru benar-benar yakin untuk menempuh jalur hukum setelah memikirkan berulang kali. “Kenapa baru hari ini, ya itu tadi karena aku masih maju mundur maju mundur, ‘ini sebenarnya gimana?’,” ujarnya.

Bahkan Ussy sempat berdiskusi dengan sang anak untuk melaporkan akun yang menghina mereka. Tapi anaknya justru melarang ibunya melanjutkan kasus itu karena alasan kemanusiaan. “Aku nanya ke anak-anak aja ‘mama mau ngelaporin mereka’ jawabannya ‘jangan mah kasian mereka punya keluarga’,” ujarnya.

Memgetahui dirinya dibully dan dibanding-bandingkan dengan ibunya putri sulung Ussy Nur Amalia Putri alias Amel sempat tak mau makan. “Seminggu sebelum kejadian (bullying), Amel tiba-tiba nggak pernah makan. Aku curiga kan. Ternyata dia tahu dari temannya kalau dibully. Ternyata dia nggak mau makan biar kurus,” kata Ussy.

Ussy mencoba mencari tahu ia pun tercengang saat Amel mengatakan kalau ia minder dengan penampilan Ussy yang lebih modis dan kurus dibanding dirinya. “Amel sampai ngomong begini, ‘mah mau disandingkan bagaimanapun sama mamah, Amel akan kalah’. Sampai begitu. ‘Mamah itu cantik, Amel itu jelek’,” ungkap Ussy menirukan perkataan Amel.

Ussy lantas mencoba membujuk anaknya dan menguatkan kalau anaknya juga cantik. “Lah aku kan langsung bilang, ‘enggak Amel cantik, semua anak-anak mama cantik’. Aku marahin dia, kan kalau mau kurus ada caranya, kayak olahraga, jaga pola makan,” tandasnya.(dim/din/fin)