ASITA Pasarkan Wisata Ciayumajakuning

ClREBON-Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Chapter Jawa Barat optimis dunia pariwisata di Jawa Barat bahkan Indonesia bisa berkembang lebih baik lagi.

“Kami yakin dan optimis di era milenial sekarang era dunia internet yang luas bisa membantu dunia pariwisata di Indonesia, Jawa Barat, hingga Cirebon bisa lebih maju dan berkembang dengan baik,” ujar Ketua ASITA Jawa Barat Budi Ardiansyah pada sesi jumpa pers acara ASITA West Java Travel Mart (AWJTM) ke V yang berlangsung, Rabu (11/9) di Kabupaten Cirebon.

Menurut Budi AWJTM merupakan kolaborasi antara ASITA Jawa Barat dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yang didukung oleh pemangku kepentingan pariwisata lainnya.

“Melalui AWJTM salah satu upaya kita untuk menarik wisatawan datang ke Jawa Barat,  yang telah diadakan selama 5 kali, baru 2 tahun ini secara penuh mengusung konsep Business to Business (B to B), tahun sebelumnya digabung antara pameran public (B to C) dan (B to B) dan berhasil menarik peserta dari Jawa Barat, provinsi lain dan luar negeri,” ucap Budi.

Pada tahun ini sebanyak 77 perusahaan yang ikut hadir sebagai Seller, yang terdiri dari dari  agen perjalanan wisata, tour operator, hotel & resort, destinasi wisata, atraksi wisata, Restoran, Toko oleh-oleh serta dari pendukung pariwisata lainnya.

Sedangkan untuk buyer diikuti oleh 120 Perusahaan dari 24 Provinsi se Indonesia yang berasal dari Aceh, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Samarinda, Palembang, Jambi, Padang, Bukit Tinggi, Mataram, Denpasar, Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Tegal, Kendal, Yogyakarta, DKI Jakarta, Serang, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran, Bandungdan dan dari negara Malaysia, Singapore, Thailand, India.

Para buyer ini terdiri dari pengusaha travel agen, tour operator dan pengusaha MICE.  Sebelumnya kita mentargetkan buyer sebanyak 150 perusahaan, namun target ini tidak tercapai, khususnya buyer dari wilayah-wilayah yang terkendala dengan harga tiket penerbangan yang harganya saat ini cukup tinggi.

“Tujuan acara ini adalah memfasilitasi pelaku usaha pariwisata, agar pelaku usaha tersebut dapat melakukan kegiatan B to B (Bussiness to bussines) dengan waktu yang efektif dan efisien, sehingga para pelaku wisata ini bisa memperkenalkan produk mereka dan para agen perjalanan wisata yang diundang menjadi tertarik kemudian mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Jawa Barat,” tutur Budi.

Kenapa Cirebon yang dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan AWJTM,  ini salah satu upaya kami berserta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, yang ingin menempatkan Cirebon sebagai Destinasi unggulan Wisata MICE (Meeting, Incentive, Coference dan Exbition) yang kaya dengan keragaman seni budaya, wisata alam, hingga kulinernya, serta menempatkan Cirebon sebagai penyangga dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang sudah beroperasi sejak April 2018.

Pada kesempatan ini, sekaligus memasarkan kepada para buyer, event West Java Multi Cultural Festival (MC-Fest) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 Oktober 2019 di Gedung Sate Bandung.

Dari kedatangan buyer dan seller dalam AWJTM akan membawa dampak positif  bagi promosi pariwisata Cirebon dan Jawa Barat secara luas dan bagi seller dan buyer, hal ini bisa menjadi salah satu cara pemasaran yang sekaligus menjadi upaya dalam mengembangkan bisnis yang saling menguntungkan. Rangkaian kegiatan AWJTM diawali welcome dinner, table top/kontak bisnis, farewell dinner, dilanjutkan post tour ke bebarapa tujuan wisata yang ada di Cirebon. (rdh)

Berita Terkait