Baru 10 Persen Masjid Terkalibrasi, Gratis Ukur Arah Kiblat

Baru 10 Persen Masjid Terkalibrasi, Gratis Ukur Arah Kiblat - Radar Cirebon

CIREBON-Tim Badan Hisab Rukyat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon melakukan kalibrasi (ukur ulang) arah kiblat secara gratis. Masjid dan musala yang ada di Kabupaten Cirebon, dapat mengajukan permohonan kepada kemenag.

Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon Drs H Mujayin MPdI mengatakan, arah kiblat saat ini banyak yang condong ke utara. Oleh karenanya sangatlah penting untuk kembali dilakukan pengukuran demi ketepatan arah ke kiblat. “Ada tim kami dari seksi bimbingan syariah. Mereka sudah terlatih,” ujar Mujayin, kepada Radar Cirebon.

Saat ini baru 10 persen masjid dan musala di Kabupaten Cirebon yang dilakukan kalibrasi. Rata-rata masjid dan musala yang sudah terkalibrasi karena pengurusnya mengajukan. Mereka ragu dengan arah kiblat masjidnya, karena saat pembangunan tidak menggunakan alat ukur yang memadai. Bahkan ada sebagian masjid yang mengukur arah kiblatnya hanya dengan memasukkan pisau cukur baru ke dalam wadah berisi air.

Penggunaan cara ini tentu tidak tepat. Dalam hukum fisika, metode ini cenderung mengarah ke utara selatan saja. Bukan untuk mengukur arah kiblat umat Islam. “Mangga DKM daftara. Kita siap kalibrasi. Daftaranya bisa lewat KUA setempat,” katanya.

Ke depan, Mujayin, berharap agar kegiatan positif ini bisa didukung oleh dana operasional yang memadai. Pasalnya penentuan arah kiblat yang benar, merupakan hal yang penting. Tantangannya ialah jumlah masjid dan musala di Kabupaten Cirebon yang kelewat banyak. Di sisi lain, kemenag juga memiliki keterbatasan personel kalibrasi arah kiblat yang memahami ilmu falak.

Sementara itu, salah seorang pengurus DKM H Sarji mengapresiasi langkah Kemenag Kabupaten Cirebon. Kalibrasi arah kiblat ini sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.  (via)

Koran Radar Cirebon

Komentar Pembaca