Baznas Salurkan Zakat untuk Penanganan Bencana

BAZnas-696Ilustrasi-Baznas

CIREON-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat meningkatkan pelayanan. Untuk saat ini, Baznas Jabar sudah memiliki divisi khusus tanggap bencana. Yang sudah bergerak sejak bencana alam di Nusa Tenggara Barat , Palu-Donggala, bahkan sampai ke Bangladesh.

Ahmad Nur Rahmadian dari Baznas Tanggap Bencana Jawa Barat menjelaskan, dana zakat sudah jelas peruntukannya dan mesti disalurkan. Penyaluran Baznas Jabar untuk penanggulangan bencana berasal dari himpunan satu rumpun. “Sumber dari zakat adalah dari zakat profesi pada ASN atau donator,” ujar Ahmad kepada Radar Cirebon.

Baznas Jabar, kata Ahmad Nur, banyak kerjasama semua pihak termasuk Baznas daerah setempat, kemudian ada infak yang digunakan untuk membantu tanggap bencana. Untuk penyaluran zakat, ia menekankan prinsip amanah, profesional menjalankan tugas, antusias dalam menangani bencana, komunikatif. “Setiap turun ke lapangan tanpa foto itu hoaks. Di lokasi bencana kita selalu mengirimkan foto bahwa kita turun langsung ke lokasi bencana,” tegasnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengurangan Risiko Bencana.

Pogram Baznas Jabar juga menyentuh kemanusiaan. Tidak hanya penanganan bencana, orang sakit pun dibantu karena ada aspek kemanusiaan dalam program Baznas. Keberadaan divisi ini diharapkan dirasakan manfaatnya. Mengingat Jawa Barat Rawan bencana. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, selama kurun waktu bulan Desember tercatat sudah ada 180 bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir hingga angin puting beliung.

Hampir semua di kota /kabupaten Jawa Barat rawan bencana. Tanah longsor lebih banyak dialami wilayah tengah ke arah selatan. Banjir di wilayah tengah dan utara, sedangkan angin putung beliung cenderung merata. Angka ini, ada kemungkinan meningkat. Apalagi curah hujan masih sedikit dan diprediksi mencapai puncaknya Januari dan Februari. (abd)