Begini Alasan Kelompok Penginjil SMS from Heaven Foundation Bakar Buku Harry Potter

Pakar perbukuan dan perpustakaan asal Venezuela, Fernando Báez, tengah berada di Irak saat pasukan Amerika Serikat menggempur Bagdad pada Mei 2003. Ia saksikan secara langsung bagaimana peradaban dihancurkan lewat pembakaran buku dan perusakan museum-museum.

Terhantui oleh pertanyaan “Mengapa manusia menghancurkan buku?”, ia pun menyusun kajian ini. Merentang dari awal peradaban tulis hingga kasus-kasus kontemporer, inilah kajian sejarah global pertama tentang bibliosida (penghancuran buku) dari masa ke masa.

Bertentangan dengan pendapat umum, Báez menemu­kan bahwa buku-buku dihancurkan bukan oleh ketidaktahuan awam atau kurangnya pendidikan, melainkan justru oleh kaum terdidik dengan motif ideologis masing-masing. Begitulah deskripsi Penghancuran Buku: Dari Masa ke Masa, edisi Indonesia pertama kali terbit pada 2013.

Kini, peristiwa bibliosida kembali terulang. Sejumlah pastor Katolik di Polandia dilaporkan membakar barang-barang yang dianggap sebagai penistaan terhadap agama. Bermula dari kelompok penginjil, SMS from Heaven Foundation, merilis foto-foto pembakaran buku yang berlangsung di Kota Gdansk ke media sosial Facebook.

Unggahan yang dimuat Facebook itu membenarkan aksi pembakaran menggunakan ayat-ayat Alkitab.

Salah satu ayat dari kitab Kisah Para Rasul yang dikutip kelompok itu menyebut “Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.”

Ayat lainnya diambil dari kitab Ulangan yang berbunyi: “Patung-patung allah mereka haruslah kamu bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan kau ambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.”

Buku-buku Harry Potter karangan JK Rowling dipandang sebagai karya fiksi terlaris sepanjang sejarah penerbitan buku. Lebih dari 500 juta eksemplar telah terjual di seluruh dunia.

Namun, beberapa kalangan Kristen dan Katolik, seperti SMS from Heaven Foundation, keberatan dengan ajaran sihir yang dimuat dalam buku Harry Potter.

Bagaimanapun, tidak semua orang sepaham dengan kelompok pengirim pesan Kristiani melalui layanan SMS ini.

Beberapa warganet mengecam aksi pembakaran buku yang dilakukan para pastor.

“Saya belum pernah bertemu seorang pun yang mau memerkosa, membunuh, dan mencuri demi nama Harry Potter. Demi nama Alkitab, ya. Berita buruk, tuan-tuan!” cetus seorang warganet dalam kolom komentar Facebook.

Seorang warganet lainnya mengutip pujangga Jerman, Heinrich Heine, yang pada 1823 menulis: “Ketika buku-buku dibakar, pada akhirnya, manusia juga akan dibakar.”

Kutipan Heine tersebut dipandang sebagai nubuat karena Nazi pernah melakoni acara pembakaran buku-buku “dekaden” pada 1930-an. Buku-buku yang dibakar merupakan karya para penulis Yahudi. (*)

Berita Terkait