Begini Cara Unik Yayasan Arisan Nasi Indonesia Berbagi untuk Sesama

Terinspirasi Mbah Asrori yang Tiap Jumat Bersepeda Bagikan Nasi Bungkus

Kota Cirebon
myg- komunitas yani (3)Yayasan Arisan Nasi Indonesia (YANI) mempunyai jadwal kegiatan tiap minggunya. Minggu pertama dan ketiga berbagi dana tunai. Minggu kedua dan keempat berbagi nasi box atau menggelar warung makan nasi gratis untuk duafa serta program cuci mukena di masjid. FOTO:YANI FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Membentuk sebuah wadah untuk berbagi, menjadi tujuan komunitas yang satu ini. Yayasan Arisan Nasi Indonesia (YANI) namanya. Yayasan sosial nonprofit yang awalnya sebuah perkumpulan teman-teman tersebut akhirnya membuat ide untuk membuat wadah dari hobi kumpulan pertemanan itu. Sejak dibentuk pada 14 Mei 2016 lalu, YANI tetap mempertahankan tujuannya dalam berbagi.

Pada 14 Mei 2016 dibentuknya komunitas ini, awalnya diberi nama Arisan Nasi Community. Namun namanya resmi diganti sejak 26 April 2016 menjadi Yayasan Arisan Nasi Indonesia. Sejak dibentuk, YANI memegang teguh pada moto “Bersama Untuk Berbagi”.

Dengan moto ini, komunitas ini bersama-sama membentuk wadah berbagi dengan sasaran yang tepat dan langsung diberikan kepada yang membutuhkan. Mengingat kegiatan berbagi yang dilakukannya itu langsung survei ke si penerima bantuan.

Menurut Neli Marlina selaku Ketua Harian, terbentuknya YANI mula-mula terinspirasi dari kisah Mbah Asrori di wilayah Jawa yang setiap Jumat berkeliling sepeda untuk membagikan nasi bungkus. Dari sana, tercetuslah ide untuk memberikan aksi serupa namun dilakukan dengan skala yang lebih besar. Kemudian, diakuinya, didirikannya YANI menjadi perantara untuk mereka yang sibuk namun tetap ingin berbagi secara rutin dan tepat sasaran itu.

“Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat. Visi kami sejak berdiri itu bagaimana menjadi yayasan sosial nonprofit yang dapat membantu mereka yang membutuhkan dan bisa memiliki tempat singgah untuk yatim, piatu dan duafa,” paparnya.

Meski dinamakan arisan, namun bukan arisan biasa. Dibeberkan Neli, disematkannya nama arisan bagi nama yayasan sosial ini bertujuan agar memberikan pemahaman bahwa sodakoh pun juga wajib dan harus dilaksanakan untuk saling mengingatkan pentingnya berbagi. Meskipun tidak diwajibkan atau seikhlasnya, namun kita mengajak masyarakat untuk peka terhadap lingkungan masyarakat sekitar yang nyatanya masih banyak yang membutuhkan.

“Dinamakan arisan sebetulnya agar memberikan kesan bahwa sodakoh pun adalah kegiatan rutin. Yang sebaiknya dilakukan secara rutin. Sehingga kami ingin mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa berbagi,” ungkapnya.

Untuk jadwal kegiatan sendiri, komunitas ini membaginya ke beberapa minggu setiap bulannya. Diawali dengan kegiatan berbagi dana tunai untuk pengobatan atau biaya pendidikan, dilanjutkan dengan berbagi nasi box atau menggelar warung makan nasi gratis untuk duafa di minggu kedua. Kemudian di minggu ketiga dilanjutkan kembali dengan kegiatan berbagi dana tunai untuk pengobatan atau biaya pendidikan. Terakhir di minggu ke 4 juga digelar nasi box datau warung makan arisan nasi gratis untuk duafa dan program cuci mukena di masjid Cirebon dan sekitarnya.

“Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi nomor telepon kami atau datang langsung ke Jalan Ciremai Giri No 10W Cirebon, atau bisa langsung ke media sosial juga seperti instagram @arisannasiindonesia,” pungkasnya. (myg)