Belum Ada Solusi Atasi Kemacetan di Jl Perjuangan

Kota Cirebon
okri--macet-pertigaan-perjuangan-(1)Suasana kemacetan di pertigaan Jl Perjuangan (Kampus Untag).FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Kepadatan kendaraan di Jl Perjuangan belum ada solusi untuk penanganannya. Dinas Perhubungan mengalami keterbatasan dengan personel. Sementara Polres Cirebon Kota masih berencana melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Dari pantauan Radar Cirebon, kemacetan di jam pulang kerja kian menjadi-jadi. Titik kemacetan baru ini berada persis di simpang tiga Jl Perjuangan-Jl Swadaya. Antrean kendaraan mengluar ke arah IAIN Syekh Nurjati, SMAN 7 dan Jl Swadaya.

Sayangnya, kesemerawutan lalu lintas ini tidak ditangani petugas. Melainkan oleh pak ogah. Yang mengatur kendaraan di simpang tiga Universitas 17 Agustus (Untag) tersebut. “Ada dua bulan terakhir, kok ya macetnya tambah parah,” ujar Ihrom Maulana (24), kepada Radar, Rabu (7/11).

Kepadatan kendaraan ini membuat lalu lintas tersendat. Jarak tempuh yang tak sampai satu kilometer, dari persimpangan Griya Sunyaragi Permai ke SMAN 7, butuh waktu hampir 30 menit. “Kalau lari, malah mungkin lebih cepet ya,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan beberapa pembaca Radar Cirebon, melalui rubrik sms pembaca. Mereka mengeluhkan lalu lintas kota yang kian macet. Dari pengujian Radar Cirebon memanfaatkan aplikasi pemetaan, geo positioning system (GPS) dan Strava, didapat kecepatan rata-rata yang hanya 7 kilometer per jam. Ini terjadi di pukul 15.30-18.30 WIB. Setelah itu, lalu lintas juga masih padat. Tapi relatif lebih terkendali. Kepadatan baru benar-benar cair pukul 20.00 WIB.

Menariknya, dari pengukuran menggunakan tiga aplikasi itu, jarak tempuh berjalan kaki dan menggunakan mobil nyaris sama. Misalnya dari SMAN 7 ke Perumahan GSP, dengan jarak 1,2 kilometer dibutuhkan waktu 4 menit. Untuk berjalan juga sama, butuh 4 menit.

Pengukuran itu dilakukan pulul 19.30 WIB. Di mana lalu lintas sudah cukup cair, meski indikator masih menunjukkan warna merah. Alias padat. Tetapi pada pengukuran pukul 16.34 WIB, didapat 15 menit untuk bermobil dengan jarak 1,2 kilometer. Dengan titik awal dan titik akhir yang sama.

Dishub, sejauh ini hanya melakukan pengaturan pukul 06.00-08.00. Atau yang disebut dengan operasi 68. Kepala Seksi Dalops Dishub, Rony Priatna mengatakan, rasio titik macet dan petugas tidak sebanding. Hanya ada 18 petugas yang siap melakukan pengaturan lalu lintas. Praktis hanya lima titik yang bisa ter-cover yakni di simpang Jl Cipto Mk (Pusdiklatpri), simpang empat Jl Pemuda, simpang empat Jl Terusan Pemuda DPUPR, simpang tiga Jl Perjuangan (Untag) dan u-turn PLTG Sunyaragi. “Petugas itu kita bagi jadi beberapa regu, mereka kita sebar lagi,” ujar Rony.

Untuk teknis saat ini, dishub membagi petugas menjadi sembilan regu. Setiap titik ada dua orang petugas. (gus)