Bintang Radio, Pencarian Bakat Tertua

Bintang-RadioMENUJU FINAL: Penampilan kontestan Bintang Radio memperebutkan tempat di grand final. FOTO: RRI FOR RADAR CIREBON

CIREBON – Jauh sebelum Indonesian Idol, X-Factor dan The Voice dilaksanakan, Bintang Radio sudah mengudara. Menjadi ajang mencari bakat-bakat penyanyi di berbagai daerah. Kemudian melahirkan  legenda di dunia tarik suara.

Kompetisi ini pertama kali digagas oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dan diselenggarakan untuk pertama kalinya pada 31 Desember 1951. Bertepatan dengan perayaan Hari Radio. Pada kompetisi tersebut ada tiga kategori lagu yang dilombakan, yaitu keroncong, seriosa dan hiburan.

“Kontes Bintang Radio ini kontes bernyanyi tertua dan terlama di Indonesia. Lalu di perjalanannya digeser ke tanggal 11 September,” ujar Stage Manager Grand Final Kontes Bintang Radio Tingkat Nasional Wilayah Cirebon, Riyan Kristono, Jumat (12/10).

Kontes Bintang Radio ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Setiap kali diselenggarakan, peserta yang ikut ternyata semakin banyak. Serta menelurkan banyak penyanyi berkualitas, di antaranya Bing Slamet, Titiek Puspa, Hetty Koes Endang dan Waldjinah.

Penyanyi keroncong kenamaan itu mengawali karirnya dari ajang ini. Sebab dulunya, keroncong memang menjadi salah satu kategori lomba. Waktu itu, Waldjinah menang dari RRI Solo. Kemudian jadi wakil tingkat nasional dan menang lagi di Jakarta.

Di tahun 1976, ajang kompetisi tersebut memperluas jangkauan pesertanya dengan menyelenggarakan Pemilihan Bintang Radio dan Televisi Remaja. Saat itu, kontes tersebut disiarkan secara langsung oleh 2 saluran sekaligus, yaitu RRI dan TVRI.

Pada saat bintang radio bersinergi dengan TVRI, muncul duet Harvey Malaihollo dan Rafika Duri yang menjadi idola remaja saat itu.

Sementara di Kota Cirebon, Kontes Bintang Radio baru dilaksanakan di medio 1990-an. Padahal, RRI ketika itu sudah hadir di Cirebon sejak 1983.

Penyebabnya, gedung RRI pertama ketika itu belum bisa mengakomodir ajang seperti serupa. Lokasinya masih di Jl Siliwangi. Bertetangga dengan Gedung DPRD dan Balaikota Cirebon.

Kontes ini baru diselenggarakan di Kota Cirebon tahun 1990-an, ketika RRI pindah kantor ke Jl Brigjen Dharsono (By Pass). “Sejak saat itu, kontes ini tidak pernah absen. Setiap tahun selalu ada,” katanya.

Dalam perkembangannya di tahun 1990-an Kontes Bintang Radio sudah tidak melombakan kategori seriosa. Hanya ada keroncong dan pop. Era setelah itu hanya pop saja.

Sejauh ini, perwakilan Cirebon memang belum banyak bersuara di tingkat nasional. Koordinator Event Bintang Radio, Dewi Pooja mengungkapkan, baru pada tahun 2001 ada Arwi Lugi Martadinata yang mewakili RRI Cirebon.

Dia menjadi juara satu tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta. Dua tahun setelahnya, Fauzi Nugraha juga berhasil menyabet juara kedua tingkat nasional. Namun setelah itu, belum ada lagi perwakilan Cirebon yang menembus jajaran atas tingkat nasional.

Sehingga dalam helatan tahun ini, besar harapan untuk ada wakil dari Cirebon yang kembali menjadi juara nasional. Grand Final Kontes Bintang Radio sendiri rencananya dilaksanakan, Minggu (15/10) besok. Sejumlah artis ternama akan tampil seperti, Yuka Tamada, Apple Fresh Band, Project Qiu.

Selain itu, eks pemenang Bintang Radio Tingkat Nasional juga akan turut memeriahkan acara yang akan digelar di Atrium CSB Mall tersebut. (awr)