oleh

BPJS Telat, RSDGJ Pakai Talangan Bank, Untuk Gaji Satu Bulan Butuh Anggaran Rp15 Miliar

CIREBON-Lebih dari 90 persen warga Kota Cirebon telah mengikuti BPJS Kesehatan. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik di puskesmas, layanan kesehatan pratama sampai rumah sakit. Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) yang menjadi RS rujukan, juga banyak menerima pasien menggunakan BPJS. Tapi bagaimana pembayaran dari pihak BPJS kepada RSDGJ selama ini?

Wakil Direktur Keuangan RSDGJ dr Eva Wulansari menjelaskan, selama ini klaim pihaknya atas tagihan pelayanan kesehatan kepada BPJS, dilakukan atau dibayar dengan cara talangan dari bank terlebih dahulu. Setelah BPJS membayarnya, baru kemudian dana talangan dibayarkan ke bank. “Kira-kira sudah berjalan pada triwulan pertama tahun ini. Ada prosedur yang harus dipenuhi untuk mengajukan dana talang dari bank,” katanya.

Dibeberkannya, pihaknya harus mengajukan dokumen tagihan kepada BPJS untuk mendapatkan verifikasi. Setelah terverifikasi, dokumen bisa digunakan untuk persyaratan dana talangan dari bank. Selama ini baru bank pemerintah yang dipakai pihaknya.

Dan dana talangan ini juga harus benar-benar diperhitungkan waktu pengembaliannya. Pasalnya ini sama juga dengan pinjaman dari bank yang dikenakan bunga. Jadi antara pengembalian dana talangan dan pembayaran yang akan diterima dari BPJS harus diperhitungkan waktunya.

Dana talangan tersebut, dipergunakan untuk membiayai operasional rutin rumah sakit. Seperti pembayaran gaji, honor dan pembelian alkes. Untuk besaran nilai tagihan, Eva menyebutkan sekitar Rp15 miliar perbulannya. “Untuk Bukan April sampai Juli kita sudah ajukan klaim pembayaran ke BPJS, dan sedang diproses,” jelasnya.

Terkait apakah ada pengaruh wacana kenaikan iuran BPJS dengan pasien yang masuk ke RSDGJ, Eva menyampaikan tidak ada korelasinya. Diakuinya memang ada penurunan pasien yang dirawat inap sekitar 30 persen, namun bukan karena itu permasalahannya.

“Penurunan pasien, lebih disebabkan karena BPJS kesehatan mengharuskan pasien berobat ke pelayanan kesehatan secara berjenjang. Mulai dari puskesmas, klinik, rumah sakit tipe D, C, baru ke RSDGJ bila di pelayanan kesehatan sebelumnya tidak bisa menangani atau penuh,” tandasnya. (gus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed