Bumbu Dapur Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Cirebon

ILUSTRASI

CIREBONVolatile food masih menjadi kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar di kota Cirebon. Di bulan November, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,23. Kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah bahan makanan sebesar 0,2808 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon Joni Kasmuri mengungkapkan, dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor (0,39 persen) dan terendah terjadi di Kota Depok (0,20 persen).

Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,32 persen. Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,06 persen. Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,03 persen.

Kelompok sandang mengalami inflasi 0,62 persen. Kesehatan mengalami deflasi 0,18 persen. Pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi 0,15 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. “Nah bumbu-bumbuan itu subkelompok yang andil inflasi terbesar,” ujar Joni kepada Radar Cirebon.

Tingkat inflasi Kota Cirebon tahun kalender November 2018 sebesar 2,21 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 2,78 persen. Untuk kelompok bahan makanan, komoditi yang memberikan andil inflasi antara lain adalah bawang merah, pisang, beras, daging ayam ras, jeruk, dan telur ayam ras.

Untuk kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau di bulan November 2018, kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0130 persen dengan komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain adalah rokok kretek filter. Sementara untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, komoditas yang turut memberikan andil inflasi diantaranya adalah pelembut cucian.

Untuk kelompok sandang sendiri, komoditas dalam kelompok ini yang turut memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan. kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga, komoditi yang turut memberikan andil inflasi adalah rekreasi. Dan bensin menjadi komoditi penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan. “Di bulan November Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi 0,28 persen dan Nasional mengalami inflasi 0,27 persen,” terangnya. (apr)