Bupati Anna Tak Hadiri Paripurna, DPRD Tetap Setuju

Kabupaten Indramayu
0et-081118-DPRD-menyetujui-pengunduran-Bupati-Hj-Anna-SophanahRapat paripurna DPRD Indramayu, kemarin, menyetujui pengunduran diri Bupati Hj Anna Sophanah.FOTO:UTOYO PRI ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Keputusan mundurnya Hj Anna Sophanah diperkuat dengan persetujuan DPRD Indramayu melalui rapat paripurna Rabu (7/11). Ketua DPRD Indramayu Taufik Hidayat SH MSi mengatakan dengan telah disetujuinya permohonan pengunduran diri bupati, selanjutnya dibuat keputusan DPRD dan langsung dikirim kepada Mendagri Tjahjo Kumolo melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Jadi keputusan final ada di menteri dalam negeri,” tegas Taufik.

Rapat paripurna yang dipimpin langsung Taufik itu tampak dihadiri oleh Sekda Indramayu Ahmad Bahtiar mewakili bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala SKPD, pejabat di lingkup Pemkab Indramayu, dan undangan lainnya.

Paripurna diwarnai dengan hujan interupsi. Ketua Fraksi PKS, H Ruswa MPdi mengatakan PKS sebagai salah satu parpol pengusung pasangan bupati Hj Anna Sophanah dan Wakil Bupati Drs H Supendi MSi (pasangan Andi), mengaku kecewa dengan pengunduran diri Bupati Hj Anna Sophanah. Pasalnya, saat mengusung  pasangan Andi sebenarya berharap bisa tuntas memimpin selama lima tahun. Meski demikian, ia meghargai hak privat Bupati Anna untuk mengundurkan diri.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, ia berharap kepada Supendi  untuk melanjutkan kepemimpinan sampai tuntas, sesuai dengan visi Indramayu Remaja.  “Kami juga menghargai kinerja bupati selama ini, mudah-mudahan menjadi amal soleh. Juga keputusan bupati  mundur demi mengurus keluarga, mudah-mudahan juga menjadi ladang amal soleh,” kata Ruswa.

Muhammad Solihin SSosI dari Fraksi PKB juga mengatkan keputusan mundur Bupati Anna merupakan hak privasi dan diatur dalam undang-undang. Hanya saja ia mengaku kecewa karena Anna tidak hadir langsung untuk menyampaikan pengunduran dirinya.

Padahal akan lebih elegan kalau bupati menyampaikan pengunduran dirinya langsung melalui konfertensi pers. “Pengunduran diri bupati ini juga menjadi pembelajaran ke depan dalam memilih pemimpin, karena pilkada itu membutuhkan biaya besar,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sirojudin SP. Sebagai partai rival, ia mangaku prihatin karena Bupati Anna tak melanjutkan kepemipinan. Padahal ia dipilih oleh rakyat melalui pilkada yang meghabiskan biaya besar.

Ahmad Mujani Nur SHI dari Fraksi PKB juga mengaku kecewa. Bukan hanya kepada Bupati Anna yang mengajukan pengunduran, tapi juga kecewa terhadap partai pengusung. Apalagi Bupati Anna juga tidak bisa hadir langsung.

Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar H Syaefuddin mengaku bisa memahami dan meghormati keputusan Anna. Ia bahkan mengapresiasi kinerja bupati yang telah memimpin Indramayu selama hampir delapan tahun, dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua DPC Partai Gerindra Indramayu H Kasan Basari SH saat dimintai keterangan terkait calon wakil bupati yang kelak akan mendampingi Supendi, enggan berkomentar banyak. Menurutnya, proses pengunduran bupati ini masih panjang, dan pihaknya belum membicarakan tentang kandidat calon wakil bupati. “Kami dari pertai pengusung, yaitu Gerindra, PKS, dan Demokrat, tentunya nanti akan melakukan pertemuan khusus membahas persoalan ini,” tuturnya. (oet)