Calon Rektor IAIN Syekh Nurjati Harus Sampaikan LHKPN

ILUSTRASI

CIREBON-Agenda penyampaian visi misi Calon Rektor IAIN Syekh Nurjati, bakal digelar hari ini, Rabu (21/11). Hal itu berdasar pada surat undangan bernomor 11/ln.08/Senat.Institut/11/2018. Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Senat Prof Dr H Maksum MA itu, agenda presentasi visi misi calon rektor IAIN SNJ bakal dilakukan di hadapan Senat Institut. Rencananya bakal digelar mulai pukul 10.00 WIB, di Hotel Grand Tryas.

Dalam surat itu, Maksum juga menyampaikan agar setiap calon membawa bukti proses Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sebagai salah satu syarat untuk maju mencalonkan diri menjadi Rektor IAIN SNJ periode 2019-2023. “Undangan sudah diterima, rencananya digelar di Hotel Grand Tryas,” ungkap salah satu calon rektor yang enggan diungkapkan identitasnya.

Sebagaimana diketahui, dua belas nama calon rektor IAIN Syekh Nurjati, bakal mengikuti tahapan penyampaian visi misinya. Keduabelas nama itu, yakni Dr H Sumanta MAg, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg, Dr H Sugianto SH MH, Dr H Farihin MPd, Dr H Adib MAg, Prof Dr Hj Etty Nurhayati MSi, Dr H Suteja MAg, Prof Dr H Jamali Saerodi MAg, Dr Aan Jaelani MAg, Dr H Ilman Nafi’a MAg, Prof Dr H Wahidin MPd dan Dr Siti Fatimah MHum.

Namun penyampaian visi misi ini berbeda pada periode sebelumnya, yang dilakukan terbuka untuk mahasiswa dan umum. Penyampaian visi misi calon rektor IAIN periode 2019-2023 dilakukan hanya untuk kalangan senat dan juga calon rektor saja.

Terkait hal ini, Wakil Rektor IAIN SNJ yang juga Kandidat Calon Rektor IAIN, Dr H Farihin Nur mengatakan, dalam hasil rapat senat, memang penyampaian visi misi nanti dilakukan secara tertutup. Namun nanti hasilnya akan disampaikan oleh ketua senat kepada publik. Farihin menerangkan, dalam proses tahapan penyampaian visi misi ini, tidak akan ada voting maupun penilaian dalam bentuk angka. “Lebih pemberian pertimbangan kualitatif, yang dilakukan oleh senat,” terangnya, Selasa (20/11).

Dijelaskan dia, setelah pemeberian pertimbangan secara kualitatif itu, kemudian 12 carek tersebut bakal diusulkan ke kementerian agama. Terkait dengan dirinya yang ikut mencalonkan. Farihin mengatakan saat ini pihaknya masih mengikuti proses yang sudah ditetapkan. “Saya belum sampaikan apa-apa. Karena ada tahapan selanjutnya. Tentu harapan kami para calon rektor, ingin membesarkan dan mengangkat IAIN menjadi lebih baik. Itu saja poin pentingnya,” ucapnya.

Di lain sisi, Calon Rektor lainnya, Dr H Sugianto SH MH menyebutkan memang ada kesepakatan untuk melakukan penyampaian visi misi dilakukan secara tertutup dengan penilaian kualitatif oleh senat. “Infonya seperti itu, tertutup. Jadi penilaian kualitatif dilakukan oleh calon dimulai dengan pemaparan, dihadapan senat. Tidak ada hak tanya jawab. Hanya penyampaian visi misi saja yang dihadapan senat,” katanya.

Setelah itu selesai, berkas semua calon rektor akan dibawa ke Kementerian Agama. Semua berkas dibawa ke Jakarta. Di kementerian ada tim lagi, yang akan menggodong dari sekian banyak calon menjadi tiga. Tiga orang itulah yang diajukan ke menteri agama, yang nantinya akan ditetakan satu nama menjadi rektor definitif. “Jadi tiga orang itu bukan diajukan dari sini. Tapi tim dari jakarta,” ujar Sekretaris Pansel Pendaftaran Calon Rektor IAIN SNJ Juju Jumena. (jml)