Camat Jamblang Pimpin Gropyokan Tikus di Sawah

Menyambut musim tanam tahun 2019, sejumlah warga dan kepala desa di Kecamatan Jamblang melakukan Gropyokan tikus secara masal. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBONMenyambut musim tanam tahun 2019, sejumlah warga dan kepala desa di Kecamatan Jamblang melakukan Gropyokan tikus secara masal.FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Menyambut musim tanam tahun 2019, sejumlah warga dan kepala desa di Kecamatan Jamblang melakukan gropyokan tikus secara masal. Mereka melakukan gropyokan tikus di area pesawahan di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Gropyokan tikus dipimpin langsung Camat Jamblang Abadi. Dikatakannya, hal itu sengaja dilakukan ketika memasuki musim tanam di wilayahnya dan dilakukan secara rutin setiap tahun. Menurut Abadi, jelang musim tanam atau pada saat pesemaian, hama tikus kerap menyerang tanaman padi milik petani.

Petani melakukan gropyokan tikus dengan membawa anjing untuk mendeteksi hama tersebut. “Karena masih belum ada tanaman padi, mencari tikus tergolong mudah. Pada kesempatan ini kita habiskan semua tikus yang mengganggu,” ujarnya.

Lebih lanjut camat yang kala itu mengenakan kaos merah mengatakan, gropyokan tikus saat musim tanam karena hama sudah tidak mempunyai bahan makanan. Sehingga, tikus-tikus akan keluar dan dengan mudah untuk ditangkap.

“Karena nantinya, padi semai yang baru ditanam akan menjadi sasaran tikus. Dengan melakukan gropyokan, setidaknya kami mecegah hama yang membuat hasil semaian padi jadi lebih bagus,” katanya.

Salah satu warga, Sutadi mengatakan, dengan dibasminya hama tikus, hasil panen tiga kali dalam setahun bisa maksimal. Selain gropyokan, lanjutnya, cara ampuh lainnya adalah dengan memasang racun tikus. “Atau dengan memberikan racun tikus agar hasil panen maksimal. Minimal mengurangi hama tikus yang berkeliaran,” paparnya. (ade)