Cegah Banjir Eretan, Percepat Pembangunan Breakwater

525
SURVEI LAPANGAN: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 2, BBWSC, Tatang Suhartono, bersama Camat Iim Nurohim dan Kuwu Eretan Wetan, H Suhaedi, melakukan survei pantai dan sungai menggunakan perahu nelayan.  FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

KANDANGHAUR – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) memberikan perhatian serius terhadap kondisi Desa Eretan Wetan,Kecamatan Kandanghaur yang hampir setiap hari dilanda banjir rob. Sebagai bentuk perhatian, BBWS ingin mempercepat membangun infrastruktur tanggul penahan gelombang (break water) di sepanjang pantai dan tanggul pada Sungai Ciperawan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 2, BBWSC, Tatang Suhartono mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi banjir. Mengingat desa yang penduduknya mayoritas nelayan tersebut merupakan wilayah langganan banjir. Pembuatan dua tanggul tersebut akan diusahakan tahun 2017.

“Kita usahakan dipercepat dan bisa dimasukan di DIPA APBN 2017,sehingga di tahun tersebut direalisasikan. Persoalan banjir di Desa Eretan Wetan ini memang perlu segera ditanggulangi,” ujarnya, saat melakukan survei pantai dan sungai Ciperawan di Eretan Wetan, Kamis (29/12).

Ikut mendampingi, Camat Kandanghaur, Iim Nurohim, Kuwu Eretan Wetan,H Edi Suhaedi, dan sejumlah Kuwu Kecamatan Kandanghaur. Menurut Tatang Suhartono, pembangunan breakwater dan tanggul sungai merupakan skala prioritas. Hanya saja, di tahun 2017 nanti, pembangunannya apakah langsung dilakukan secara keseluruhan atau bertahap, yakni dilanjutkan di tahun anggaran berikutnya.

“Yang jelas, tahun 2017 kita usahakan digarap. Kita juga akan mempercepat kajian dan desain untuk konstruksi pembangunannya. Jika anggaran yang dialokasikan besar, tanggul yang dibuat lebih permanen. Misal untuk breakwater, menggunakan beton dan dicor. Dan itupun berdasarkan kajian dan desainya,” jelasnya.

Setelah disurvei untuk pantai pajangnya sekitar 1,5 killometer. Sedangkan tanggul sungai dibangun dari muara hingga jembatan pantura,” kata Tatang.

Sementara Camat Kandanghaur, Iim Nurohim, menyambut baik percepatan pembangunan breakwater dan tanggul Sungai Ciperawan. Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, diharapkan banjir di Eretan Wetan, bisa ditanggulangi.

“Masalah banjir di Eretan Wetan memang menjadi persoalan bagi kami, khususnya masyarakat Desa Eretan Wetan. Oleh karenanya perlu segera ditanggulangi. Alhamdulilllah, sekarang mendapat perhatian dari BBWSC. Bahkan pihak BBWS sendiri akan mengusahakannya lebih cepat. Direncanakan pembangunanan tanggul direalisasikan tahun 2017, menggunakan APBN,” ujarnya.

Iim berharap, pembangunan tanggul sungai, tidak saja di Ciperawan, tapi juga pada anak sungainya, yakni Kali Jajar. Pasalnya, gelombang pasang laut masuk dan meluap hingga Kali Jajar. (kom)

 

 

 

 

BAGIKAN