Cegah Kanker Payudara, Ajak Kaum Perempuan Periksa dan Skrining Rutin

seminar-cegah-kanker-payudara
KAMPANYE: Ketua TP PKK Kuningan Ika Purnama (kelima dari kiri) menghadiri talkshow Lindungi dari Kanker dan Sayangi Kesehatan Payudara Anda di RM Istana Cibulan, Sabtu (24/8). FOTO: AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Kanker payudara menjadi salah satu kasus mematikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegahnya. Salah satunya melalui seminar dan talkshow guna menyadarkan masyarakat akan bahaya kanker payudara.

Ketua TP PKK Kuningan Ika Acep Purnama ditemani Wakil Ketua TP PKK Yuana Ridho Suganda hadir pada talkshow bertajuk “Lindungi dari Kanker dan Sayangi Kesehatan Payudara Anda” di RM Istana Cibulan Kuningan, Sabtu (24/8).

Talkshow ini digagas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kuningan, dengan mendatangkan pakar kanker payudara Rumah Sakit MMC Jakarta, Dr Farida Briani Sobri SpB (K)Onk.

Ketua TP PKK Kuningan Ika Acep Purnama menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, talkshow kampanye pecegahan kanker payudara merupakan hal sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi kaum perempuan yang rentan terhadap penyakit kanker payudara.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Namun, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah. Beragam imbauan penerapan gaya hidup sehat untuk pencegahan kanker sudah sering kita lihat dan dengarkan,” kata Ika.

Istri bupati itu menyebutkan, berdasarkan data yang diperoleh, ada sekitar 40 persen kanker disebabkan faktor gaya hidup. “Makanya, pada kegiatan PKK, kita sudah mengenal kegiatan PHBS yang berperilaku CERDIK. Yakni penerapan hidup bersih dan sehat dengan cara cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres,” jelasnya.

Sedangkan Dr Farida Briani Sobri SpB(K)Onk menyatakan, kanker payudara merupakan kanker pembunuh perempuan nomor satu di dunia. Untuk itu, istri Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ini mengajak untuk mencegahnya dengan mengenali dan memodifikasi faktor risiko kanker payudara yang dapat dikendalikan.

Dokter Farida juga memberikan tips untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Yaitu dengan sadari, yakni periksa payudara sendiri dan skrining rutin.

”Sadari dilakukan tiap bulan antara hari 7 sampai 15, dihitung dari hari haid pertama. Sedangkan skrining rutin merupakan tindakan untuk mendeteksi adanya kelainan sebelum terdapat keluhan. Skrining dilakukan satu kali tiap satu sampai dua tahun. Sebaiknya, dilakukan pada periode waktu yang sama seperti Sadari,” ungkap dokter spesialis bedah onkologi jebolan Universitas Indonesia (UI) ini.

Sementara, Ketua Garbi Kuningan, Rusdianto Lubis menyampaikan, kanker payudara menjadi penyakit nomor satu yang mematikan pada perempuan. Bahkan penyakit ini sangat memengaruhi kesehatan fisik dan mental perempuan, mengancam jiwa, serta keharmonisan dalam rumah tangga.

Dia membeberkan, angka kematian dari penyakit kanker di Indonesia sangat tinggi. Menempati urutan kedelepan di Asia Tenggara, dan urutan ke-23 di Asia.

Menyikapi tingginya penyebab kematian itu, maka Garbi Kuningan mengadakan seminar dan talkshow sebagai langkah antisipasi dan bukti nyata dalam menyiapkan generasi sekarang dan masa depan. Serta mendapatkan bonus demografi. (ags)

Berita Terkait