Cegah Vandalisme, Seni Mural Menjamur di Indramayu

Kabupaten Indramayu
Kho-Seni-Mural2Warga di wilayah Inbar memilih mempercantik dinding bangunan dengan seni mural.FOTO:KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Belakangan, seni melukis dinding (mural) menjamur di pelosok wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar). Seni mural bisa ditemui di tembok-tembok warung, jembatan, pagar maupun dinding rumah warga.

Dengan berbagai gambar yang menarik dan berwarna-warni, seni mural menonjolkan sisi estetika ketimbang coretan biasa di dinding. Tak hanya mempercantik lewat lukisan kreatif, maraknya seni mural rupanya dilatarbelakangi dengan keprihatinan aksi corat-coret secara diam-diam atau dikenal dengan vandalisme. “Daripada jadi sasaran vandalisme, makanya kita manfaatkan dinding toko untuk dibuat mural saja,” ucap Ato, salah seorang warga di Kecamatan Anjatan.

Diakuinya, seni mural terpampang menghiasi dinding maupun media lainnya. Warna-warna mural yang ditampilkan juga sangat beragam dan didominasi warna cerah. Menghilangkan kesan suram sebuah bangunan.

Tak hanya seni Mural, beberapa waktu lalu lukisan tiga dimensi (3D) juga mulai marak sampai kepelosok desa. Seperti di Dusun Kedokan Wungu RT 001 RW 005 Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Jalanan kampung disana disulap menjadi kanvas dan dilukis 3D.

Tak hanya permukaan jalan. Dinding rumah warga, jembatan, pagar sampai tong sampah juga dilukis dengan rupa-rupa gambar menarik mengusung beragam tema. Seperti pemandangan alam, hewan, kuburan, kubus, zebra cross, jurang, hingga tokoh kartun.

Lukisan berwarna-warni menarik perhatian para pejalan kaki yang menyusuri jalan sepanjang ratusan meter itu. Ruas jalan yang lebarnya sekitar 2,5 meter dihiasi macam-macam lukisan tiga dimensi. Warga yang melintas banyak yang berswafoto atau selfi-selfi.

Kuwu Limpas Tato mengungkapkan, karya seni itu dibuat tangan-tangan terampil para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bersatu serta aparat desa dan masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu menjadikan jalanan gang permukiman itu bernilai artistik. Warga juga swadaya membeli bahan-bahan yang dibutuhkan seperti cat, kuas dan lainnya. (kho)