Cerita Lain Proklamasi Cirebon, Teks Proklamasi Pertama Dibacakan di Desa Waled?

Caruban Nagari
Syahrir, Suwandi, dan Sudarsono

16 agustus 1945, warga desa Waled, Timur Cirebon, serentak menempelkan lembaran-lembaran kertas, di pohon-pohon sepanjang jalan utama desa. Sebagaimana diungkap Omi Busytoni, dalam Naskah Buku Ulama Cirebon. Isi selebaran itu berupa pernyataan kemerdekaan, yang diatur oleh orang-orang gerakan bawah tanah, diprakarsai oleh dr. Sudarsono, Sugra, Sukanda, Rayati dan Kartamuhari. Mereka kemudian berpawai hingga desa Ciledug  sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan dan meneriakkan kata-kata “Merdeka!”.

Berita kekalahan Jepang mulai tersebar hingga desa di Cirebon. Pada 15 Agustus siang sekitar pukul 14.00 WIB, Sutan Sjahrir–setelah mendengar penyerahan diri Jepang secara resmi kepada Sekutu lewat radio–menemui Mohammad Hatta di kediamannya, Diponegoro 57 Jakarta.

Halaman: 1 2 3 4 5