Cirebon Menuju Kota Kreatif

RPJMD
PENYEMPURNAAN: Kepala BP4D Kota Cirebon M Arif Kurniawan memaparkan RPJMD 2018-2023 dalam forum Konsultasi Publik, Rabu (16/1). FOTO: NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON

CIREBON – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjalani konsultasi publik. Ini sesuai dengan Pasal 48 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 86/2017. Sebelumnya, dokumen perencanaan ini juga rampung disinkronisasi dengan visi misi yang diusung Pasangan Walikota-Wakil Walikota Nashrudin Azis-Eti Herawati.

Sehati sendiri adalah singkatan dari Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif. Dengan visi dan misi yang ditetapkan dalam masa pemerintahannya tersebut, Azis menginginkan Kota Cirebon menjadi kota kreatif. Kemudian pembangunan yang ada di Kota Cirebon dapat mengacu dari jati diri masyarakat seperti budaya dan sejarahnya.

“RPJMD sendiri menjadi langkah awal untuk menyusun rencana strategi untuk mencapai visi dan misi kota Cirebon secara maksimal,” ujar Azis, dalam sambutannya, di Aula Gotrasawala, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Rabu (16/1).

Dalam konsultasi publik tersebut, berbagai pihak terkait memberikan masukan kepada RPJMD. Termasuk dari unsur Forkominda sebagai penyelenggara pemerintahan dalam hal ini meliputi Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri yang turut serta berperan penting dalam memberikan masukan demi kemajuan kota.

“Saya akan melibatkan langsung masukan-masukan yang akan kita terima dari sesama penyelenggara pemerintahan. Maka dari itu kita diskusikan bersama RPJMD ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BP4D, M Arif Kurniawan mengatakan, 40 hari setelah pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon harus menyampaikan RPJMD ke dewan. Penyerahan tersebut jatuh di 22 Januari esok, atau tepat 40 hari setelah pelantikan walikota-wawali.

Juni tahun ini BP4D menargetkan RPJMD 2018-2023 sudah bisa di-perda-kan. Untuk itu, dengan digelarnya konsultasi publik, BP4D dapat menampung saram dan masukan untuk menyempurnakan RPJMD.

“Dengan konsultasi publik ini kita bisa memperoleh saran dan masukan. Mencakup permasalahan pembangunan daerah, isu strategis daerag, sasaran, strategi serta arah kebijakan lima tahun ke depan,” pungkasnya. (myg)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya