Cirebon Tourism on Bus (Citros) Tidak akan Ganggu Angkutan Umum

Metropolis

CIREB0N-Cirebon Tourism on Bus (Citros) rencananya akan hadir 28 Desember. Dengan menawarkan fasilitas pelayanan ala Bandros yang sudah lebih dulu eksis di Bandung. Namun kehadiran Citros, tidak didampik membuat pelaku usaha angkutan umum ketar-ketir.

Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Cirebon, Karsono SH MH menekankan, operasional Citros nantinya akan diatur sedemikian rupa terkait dengan rute, tarif dan jadwal jam operasional. Hal tersebut memerlukan kajian yang lebih mendalam dengan pihak pemerintah kota yang mempunyai kewenangan.

“Operasionalnya yang regular nanti kita akan atur jamnya, kita akan diskusi lagi dengan pemerintah dalam hal ini walikota terpilih. Dibutuhkanya jam-jam berapa bus bus ini akan keliling,” kata Karsono, di kantornya Jl Sisingamangaraja.

Para pelaku angkutan umum tidak perlu merasa risau dengan kehadiran Citros. Bus ini, kata Karsono, tidak akan menaikan maupun menurunkan penumpang di tempat sembarangan. Seperti halnya angkot. Citros hanya akan menaikan penumpang di halte-halte khusus saja yang di bangun di beberapa titik yang menjadi destinasi wisata.

Citros tidak akan akan bersinggungan dengan rute angkot. Citros juga tidak akan mengambil pangsa pasar angkot. Pihaknya juga sengaja mengajukan tarif Rp5-10 ribu untuk tarif per sekali perjalanan Citros. Yang notabene lebih tinggi dari tariff angkot. “Ini buat wisata. Beda dengan kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Sebelum mengajukan ke provinsi, Organda sudah mempertimbangkan semuanya. Jangan sampai nanti para sopir angkot nantinya gelisah. “Jangan nanti sopir angkot ribut. Ini kok mau nyaingin angkot, merebut penumpang angkot. Padahal ini beda, jadi tidak akan bersinggungan,” tandas Karsono, mengingatkan. (awr-mg)