Cuaca di Madinah 50 Derajat Celcius, Jamaah Haji Diminta Jaga Kondisi

ilustrasi

CIREBON-Kondisi cuaca di Arab Saudi, khususnya di Kota Madinah masuk kategori ekstrem. Di siang hari, mencapai 50 derajat celcius. Sementara saat malam hari berkisar 30-35 derajat celcius.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tak henti hentinya mengingatkan para jamaah haji yang masih berada di Madinah untuk selalu menjaga kondisi kesehatanya. Wakil Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 74 yang menaungi seluruh Jamaah Haji Reguler Kota Cirebon Engkos Kosasih mengatakan, pihaknya bahkan tidak segan segan untuk memperingatkan jamaah haji untuk selalu membawa masker, kaca mata hitam dan payung serta semprotan muka saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Terlebih bagi jamaah haji yang masih melaksanakan salat 40 waktu atau Arbain di Masjid Nabawi. “Di sini cuacanya panas sekali. Angin yang berhembus saja hawanya panas. Jadi kita harus selalu mengingatkan, jangan sampai ada jamaah haji yang melalaikan himbauan ini,” kata Engkos, kepada Radar Cirebon.

Namun begitu, dirinya mengatakan bahwa kondisi jamaah haji Kota Cirebon, pada umumnya dalam kondisi baik. Pada Jumat (6/9) sore nanti, mulai dilakukan penimbangan koper besar. Dirinya mewanti wanti agar jangan sampai koper yang akan dibawa melebihi berat yang sudah ditentukan, yakni 32 kilogram per jamaah haji. Termasuk untuk air zam zam yang akan dibawa pulang juga jumlahnya tidak boleh melebihi 5 liter. “Itu sudah menjadi ketentuan,” lanjutnya.

Sementara itu, menjelang kepulangan ke tanah air, dirinya juga meminta doa kepada masyarakat Kota Cirebon. Rencananya, rombongan Kloter 74 akan take off dari Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah pada hari Minggu (8/9) pukul 11.50 Waktu Arab Saudi.  “Kami juga memohon untuk warga Cirebon, mendoakan jamaah pulang dalam keadaan sehat walafiat dan lancar sampai tanah air,” pungkasnya. (awr)

Berita Terkait