Dahlan Terima Gelar Profesor Tamu Universitas Malaysia

JAKARTA – Kinerja yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali diapresiasi. Setelah menerima gelar Doctor Honoris Causa (DR HC), Dahlan menerima gelar yang lebih tinggi, yakni sebagai Profesor Tamu oleh Universitas Malaysia Perlis (UniMAP). Dengan pemberian gelar tersebut, Dahlan dijadwalkan bakal menjadi pengajar tak tetap di bidang entrepreneur dan komunikasi media.

Dalam acara yang digelar di Hotel Mandarin, Jakarta, Raja Muda Perlis (pemimpin negara bagian Perlis, Malaysia) Taunku Syed Faizuddin memberikan langsung gelar tersebut.  Kebetulan saja, Syed juga berposisi sebagai Canselor UniMAP. Syed mengaku, nama Dahlan Iskan sebenarnya sudah tak asing di tempatnya. “Pak Dahlan itu dinamis dan mengagumkan serta patut jadi contoh yang baik melihat kekuatan dan komitmen pada negara. Pak Dahlan itu hebat, terlebih kinerjanya selama ini,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sosok Dahlan sangat melekat dengan dunia usaha dan pers. Dengan pengalaman yang dimiliki sebagai Chief Executive Officer Jawa Pos dan Jawa Pos News Network,  Dahlan Iskan dinilai sebagai tokoh yang disegani. “Maka atas pengalaman luas dan kepakaran yang dimiliki beliau, maka UniMAP berasa amat berbesar hati untuk melantik beliau sebagai profesor tamu di universiti kami,” tambahnya.

Dengan penganugerahan tersebut,  lanjut dia, pihak UniMAP berharap, Dahlan Iskan bisa membagi pengalaman selama lebih dari 30 tahun berkecimpung dunia media. Hal tersebut seiring rencana UniMAP yang bakal mendirikan Fakultas Komunikasi Media Baru.

“Kami harap Dahlan Iskan bisa mampu menyuntik semangat, motivasi, dan inspirasi kepada para mahasiswa. Sehingga, bisa mengikuti jejak Dahlan Iskan. Kami juga berharap, Bapak Dahlan dapat membantu dalam bidang enterpreneurship di UniMAP terutama dalam mempromosikan produk-produknya,” ungkapnya.

Rektor UniMAP Professor Kamarudin Hussin pun setali tiga uang. Dia mengaku kagum dengan kinerja Dahlan selama ini. “Saya kagum, karena apa yang Pak Dahlan lakukan adalah kerja nyata untuk Indonesia. Sehingga memang patut diberikan gelar pofesor tamu ini,” ungkapnya.

Menerima penghargaan tersebut, Dahlan Iskan mengaku bersyukur. Sebab, ternyata ada puluhan mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di sana yang juga berprestasi. “Saya mengucapkan terima kasih pada UniMAP, karena telah mengangkat saya sebagai Profesor Tamu. Insya Allah, saya akan mengajar di sana nanti. Saya juga ucapkan selamat pada mahasiswa di Indonesia yang memenangkan berbagai perlombaan di sana. Ini bisa membanggakan bagi Indonesia,” paparnya.

Dahlan juga mengucapkam permohonan maaf karena kemarin diundurnya acara pemberian gelar. “Saya minta maaf karena tiba-tiba semalam ada sidang kabinet terbatas, yang seharusnya penghargaan ini diberikan semalam,” terangnya.

Sebelumnya, keikutsertaan menteri dalam konvensi Partai Demokrat (PD) sempat disoal. Ketua Harian Partai Demokrat (PD) Syarif Hasan mengisyaratkan agar menteri yang ikut konvensi untuk mundur dari jabatannya. Menurutnya, para menteri tersebut dinilai akan kesulitan membagi waktu untuk menjalankan tugas sebagai menteri sekaligus mengikuti proses politik seperti kegiatan kampanye.

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan yang ikut serta dalam konvensi tersebut menyatakan pelaksanaan konvensi tersebut dipastikan tidak akan menganggu tugas-tugasnya sebagai menteri. Sebab, dia memastikan tidak akan mengambil cuti, khusus untuk melakukan kegiatan kampanye. “Saya ikut konvensi, saya tidak mendaftar, saya tidak melamar. Saya diminta. Apakah tidak akan ganggu tugas, nah saya sudah sampaikan selama konvensi ini saya tidak akan kampanye tidak akan ambil cuti, sehingga saya bisa kerja biasa,” jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Dahlan menuturkan, pekerjaannya sebagai menteri BUMN sudah cukup menumpuk. Mantan Dirut PLN itu menegaskan, jika dirinya mampu membereskan seluruh pekerjaannya di BUMN, maka tidak diperlukan lagi kampanye. “Menteri BUMN itu kerjaannya begitu banyak. Kalau pekerjaan-pekerjaan itu beres semua itu sama saja dengan kampanye,” ujarnya.

Ketika disinggung soal hasil survei yang menyebutkan dirinya sebagai calon terpopuler dalam konvensi, Dahlan menyatakan, kemungkinan masyarakat bersimpati atas dirinya yang tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai menteri. Dia pun yakin jika dirinya melakukan sebaliknya, maka masyarakat tidak akan simpatik terhadap dirinya. “Justru kalau saya kampanye tiap hari untuk memenangkan konvensi, justru orang tidak senang. Pokoknya saya konsentrasi kerja saja,” katanya. (ken/bil)

Berita Terkait