Dahulu Nagari Surantaka, Sekarang Desa Keraton

Babad Galuh

Nagari ini terletak di sebelah utara Giri Amparan Jati dan Muara Jati. Penguasanya ditulis dalam Kitab Purwaka Caruban Nagari. 

Pada masa itu, Ki Gedeng Sedhang Kasih bertugas sebagai Syahbandar. Ia adalah saudara Prabu Anggalarang dari Galuh, ayah Prabu Siliwangi menurut Babad Galuh, Carita Waruga Guru, dan Babad Pajajaran.

Menurut Carita Parahiyangan dikaitkan dengan Prasasti Batu Tulis di Bogor, terungkap Prabu Anggalarang identik dengan Rahiyang Dewa Niskala, Tohaan di Galuh, putra Prabu Wastukencana.

Nagari ini, memiliki luas dan batas di sebelah utara dan barat, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Nagari Singapura dan timurnya Laut Jawa.

Pusat pemerintahannya terletak di Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Nama Nagari ini, Surantaka. Disebutkan dalam Kitab Purwaka Caruban Nagari, Nagari Surantaka berada di bawah naungan kekuasaan Galuh. Sementara, terhapusnya Nagari Surantaka tidak terungkap dalam naskah tersebut maupun sumber lain. Namun, ditemukan bahwa tahun 1415 kekuasaan atas pelabuhan Muara Jati beralih tangan ke Nagari Singapura di sebelah selatan.

Hal ini diduga, peran Raden Pamanah Rasa, Nagari Surantaka sepeninggal Ki Gedeng Sedhang Kasih, disatukan dengan Nagari Singapura. Disebabkan Raden Pamanah Rasa adalah menantu Mangkubumi Singapura. Di sisi lain, yang sudah dapat dipastikan, Prabu Galuh diperkirakan menyetujui tindakan Raden Pamanah Rasa menyatukan kedua nagari tersebut, Ki Gedeng Sedhang Kasih hanya memiliki putri–saudaranya Ki Gedeng Surawijaya Sakti–penguasa Singapura, tidak memiliki keturunan untuk menggantikan kedudukannya.

Untuk diketahui, Ki Gedeng Ssdhang Kasih memiliki putri, Nyai Ambet Kasih dan menikah dengan Raden Pamanah Rasa. Nama Pamanah Rasa adalah nama masa muda Prabu Siliwangi menurut Babad Siliwangi.

Ada satu kisah unik di Nagari Surantaka, menurut catatan, tempat dilaksaanakannya sayembara untuk menentukan jodoh bagi Nyai Subang Larang putri Mangkubumi Singapura bernama Ki Gedeng Tapa melalui suatu pertandingan dan pemenangnya dinyatakan sebagai jodoh  Nyai Subang Larang, saat itu berusia 18 tahun, lahir 1404.

Di antara sskian banyak peserta, Raden Pamanah Rasa sebagai pemenang dan menikah dengan Nyai Subang Larang.

Raden Pamanah Rasa memiliki dua istri, seorang dari Nagari Surantaka, dan kedua dari Nagari Singapura.

Akibat pernikahan antara Raden Pamanah Rasa dengan Nyai Ambet Kasih. Ki Gedeng Sedhang Kasih memberikan daerah Sindang Kasih (Wilayah dimaksud termasuk Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, saat ini. Bukan, Sindang Kasih wilayah Kabupaten Majalengka). (*)