Deklarasi RW 05 Kelurahan Kesenden sebagai ODF

Kepala Dinkes Eddy Sugiarto (kanan) menyaksikan penandatangan deklarasi RW 05 Kebon Benteng Timur sebagai ODF, Kamis (6/12). FOTO:NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBONKepala Dinkes Eddy Sugiarto (kanan) menyaksikan penandatangan deklarasi RW 05 Kebon Benteng Timur sebagai ODF, Kamis (6/12).FOTO:NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBON

CIREBON-Permukiman yang sehat, tidak lepas dari aspek sanitasi. Penyebaran bakteri dari kotoran, bisa berakibat fatal. Juga menjadi pemicu penyebaran penyakit. RW 05 Kebon Benteng Timur menjadi salah satu yang berusaha membenahi lingkungannya. Yang kemudian dideklarasikan.

Berawal dari hasil survei Puskesmas Kejaksan mengenai sanitasi lingkungan masyarakat. Yang melibatkan kader di RW 05 Kebon Benteng Timur, Kelurahan Kesenden. Masih ada kediaman warga yang mengandalkan sungai sebagai pembuangan hajat.

Temuan ini kemudian ditindaklanjuti. RW setempat membuatkan septic tank. Dengan harapan lingkungan ini menjadi lebih sehat. Warganya tidak terpapar penyakit yang dibawa bakteri e-coli. “Membuang ke sungai, itu kan berisiko sekali,” ujar Ketua RW 05 Kebon Benteng Timur Yayat Akhyatul Zaini.

Dari upaya yang dilakukan RW dan Puskesmas Kejaksan, akhirnya kawasan ini jadi lebih baik. Tidak ada lagi warga yang buang hajat ke sungai. Atas keberhasilan ini, kemudian dilakukan deklarasi. Sebagai salah satu syarat untuk menuju kota sehat. “Kami deklarasikan di RW 05 Kebon Benteng Timur ini sudah tidak ada lagi warga yang membuang hajatnya ke kali atau sungai,” tutur Yayat.

Gerak cepat ini diakui sebagai wujud untuk menyelematkan lingkungan. Yayat juga berharap, gerakan serupa dilakukan di wilayah lain. Sehingga tidak ada lagi warga yang membuang hajat ke sungai ataupun laut.

Kepala Dinas Kesehatan dr Eddy Sugiarto MKEs mengapresiasi deklarasi ini. Gerakan RW ODF atau open defecation free bisa meminimalisir kesakitan akbat bakteri e-coli. Sebab di Indonesia ada 100 ribu bayi, yang tiap tahunnya sakit akibat air tidak bersih dan membuang tinja sembarangan. “Untuk di Cirebon sendiri terkendali, tapi ada beberapa RW yang belum ODF,” katanya.

Bila semua RW bisa ODF, Eddy yakin kehidupan masyarakat akan lebih baik. Juga dapat mempersempit penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Untuk Cirebon sendiri baru ada dua kelurahan yang ODF. Di Kelurahan Kesenden sendiri baru dua RW. (myg)