oleh

Demonstran: Presiden Trump, Tolong Bebaskan Hongkong

HONGKONG – Demonstran Hongkong memanfaatkan renggangnya hubungan Beijing dengan Washington demi memuluskan agenda mereka. Para pengunjuk rasa menggelar aksi di depan kantor Konsulat Amerika Serikat, Minggu (8/9) lalu.

Para pengunjuk rasa itu meminta Negeri Paman Sam ikut menekan Tiongkok agar memberi otonomi lebih luas kepada Hongkong. Beberapa peserta aksi terlihat membawa bendera Amerika Serikat. Terlihat juga spanduk berisi tulisan “Presiden Trump, Tolong Bebaskan Hongkong.”

Formula satu negara dua sistem Hongkong selama ini menjamin kebebasan yang tidak dinikmati warga di bagian lain Tiongkok. Kini, banyak warga Hongkong khawatir Beijing mengikis otonomi itu.

Tiongkok membantah tuduhan campur-tangan dan mengatakan Hongkong adalah urusan dalam negeri. Beijing telah mencela aksi protes tersebut, juga menuduh Amerika Serikat serta Inggris menyulut kerusuhan.

Pemimpin Hongkong Carrie Lam mengumumkan konsesi pekan lalu dengan tujuan mengakhiri protes, termasuk secara resmi mencabut rancangan undang-undang ekstradisi yang ditentang banyak kalangan itu. Tapi, banyak orang mengatakan konsesi itu terlambat.

Demonstrasi Hongkong memang dipicu RUU Ekstradisi. Namun kini, aksi yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan itu, telah berubah menjadi tuntutan akan demokrasi yang lebih luas. (Chaidar Abdullah/Antara/dil/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed