Diajak Berenang Pacar, ABG Desa Gombang Tiga Hari Tidak Pulang

Insiden 24 jam
ade-ilang-(3)Ahmad Gojali (kiri) memperlihatkan laporan polisi kehilangan keponakannya. Sementara itu ibu korban, Jaenab menunjukkan foto anaknya.FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Jaenab (43), ibu dari Jaenita Salatun Anhar (18) resah menanti anak gadisnya yang sudah tiga hari meninggalkan rumah. Terakhir dirinya mengetahui, ketika anaknya dijemput oleh sang pacar dengan alasan mengajaknya berenang. Atas insiden tersebut, ibu lima anak itu melaporkan kejadian kehilangan putri ketiganya kepada Polsek Plered, Kemarin (7/11).

Kronologisnya bermula pada hari Senin (5/11), ketika itu sekitar pukul 08.00 pacar Jaenita yang berinisial DD (21) warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, menjemput ke rumahnya di Blok Nyapa, Desa Tegalsari, Kecamatan Plered. DD meminta izin kepada Jaenab dengan alasan akan mengajak pacarnya berenang.

Jaenita dan DD meninggalkan rumah dengan menaiki sepeda motor Honda Beat berwarna hitam. Dengan alasan sedang tidak enak badan, sekitar pukul 09.00 DD membatalkan niatnya untuk berenang. “Katanya lagi sakit, terus anak saya di antarkan di Jl Raya Plumbon untuk menaiki angkot pulang menuju rumah,” tutur Jaenab di rumahnya, menceritakan keterangan DD (pacar korban).

Pada hari kejadian, sorenya korban masih dapat di hubungi melalui sambungan telepon oleh keluarga dan mengatakan sedang berada di rumah temannya di wilayah Palimanan. Jaenita mengaku akan segera pulang. “Kabar terakhir dari dia (Jaenita, red) di Palimanan. Setelah itu HP-nya sudah tidak aktif,” papar Jaenab, ibu korban.

Keluarga sangat menanti kepulangan korban yang akrab disapa Nita itu. Mereka mengharapkan pihak kepolisian dapat dengan optimal mengupayakan pencarian terhadap anak pasangan Tarjono dan Jaenab tersebut.

Masih dalam harapan kepulangannya, keluarga menyebutkan ciri-ciri fisik korban yang berbadan kurus, dengan tinggi sekitar 160 cm, menggunakan jilbab berwarna merah saat terakhir kali meninggalkan rumah bersama kekasihnya. Ahmad Gojali paman dari Nita sangat menyesalkan insiden hilangnya keponakannya itu. Dia menuntut tanggung jawab dari DD pacar korban yang menurutnya telah lalai dalam pengawasan terhadap Nita.

“Kalau alasannya sakit seharusnya dari awal tidak mengajaknya untuk berenang. Ini sih bagaimana, masak jam 8 izin untuk berenang dan jam 9 tiba-tiba membatalkan dengan alasan sakit. Jujur saya curiga. Dan itu pengakuan dari pacarnya yang sampai sekarang belum saya yakini kebenarannya,” sesal Ahmad Gojali.

Ahmad Gojali mengatakan, keponakannya merupakan anak pendiam dan tidak memiliki terlalu banyak teman. Korban berpacaran dengan DD sudah 3 bulan, selama itu juga tidak ada permasalahan yang sampai membuatnya kepalang jengkel seperti sekarang. Dia juga telah berupaya mencari korban dengan menanyakan kepada orang di sekitar Palimanan dengan harapan ada yang mengetahui keberadaan keponakannya tersebut. “Sudah saya cari ke Palimanan karena memang informasi terakhir di situ, tetap tidak ditemukan,” katanya. (ade-mg)