Digemparkan Penangkapan Terduga Teroris, Mekarjati Tetap Kondusif

Kabupaten Indramayu
ILUSTRASI.Foto: Dok. radarcirebon.com

INDRAMAYU – Situasi Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, tetap kondusif. Beberapa waktu sebelumnya desa ini digemparkan dengan aksi penangkapan MJ oleh Tim Densus 88 Polri. MJ diduga terlibat aksi terorisme di sejumlah lokasi di Indonesia.

Bahkan ketika MJ dikabarkan tewas, aktivitas warga di desa berpenduduk 12 ribu jiwa lebih itu berlangsung seperti biasa. Meski kisah penangkapan MJ dan penjemputan keluarganya terus gencar diberitakan media, masyarakat Desa Mekarjati seolah tak terpengaruh.

Jalan-jalan desa tetap ramai hilir mudik warga. Di sekolah-sekolah, anak-anak pelajar tampak begitu riang bermain dan belajar. Masjid yang berada di kompleks kantor Desa Mekarjati ramai jamaah saat tiba salat Dzuhur. Aktivitas pelayanan pemerintahan desa Mekarjati juga berjalan normal. “Aman Mas. Kondusif,” ucap Nanang, salah seorang warga.

Dia membantah jika saat terjadinya penangkapan dan penjemputan pihak keluarga MJ oleh aparat, situasi desa bergejolak. Jika pun ada warga yang menolak berbicara atau tutup mulut, menurutnya itu lantaran ketidaktahuan. “Kalau gak tahu kan ya lebih baik diam. Daripada ngomong yang enggak-enggak jadinya hoax,” terang dia.

Senada ditegaskan Ketua RT 10 RW 03 Blok Babakan Jati 2, Tarwadi. Dia menyatakan situasi di wilayah tugasnya yang juga merupakan daerah tempat tinggal MJ dan keluarganya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Penduduk di RT 10 tetap damai dalam kesehariannya.

Pasca penangkapan, tidak ada pula petugas keamanan yang melakukan penjagaan ketat di rumah bekas kediaman MJ yang saat ini tampak kosong dan tertutup. “Lingkungan aman,” katanya dan menolak lebih jauh untuk mengisahkan proses penjemputan keluarga MJ karena mengaku tidak tahu.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Mekarjati, H Estim Enting mengatakan warga sempat resah setelah adanya penangkapan MJ. Tapi, lanjutnya, situasi tetap kondusif. Masyarakatnya selalu mengedepankan persaudaraan dan menjaga kamtibmas. “Wajar saja setelah adanya penangkapan terduga teroris. Tapi warga tetap menjaga dan menciptakan kamtibmas,” terang Enting.

Soal MJ dan kelurganya, dia mengatakan sepenuhnya menjadi urusan pihak kepolisian. Dikatakan Enting, MJ orang baik. “Dalam sikap sehari-harinya dia orang baik. Tapi MJ berubah menjadi pendiam dan terkesan menutup diri. Adanya perubahan sikap itu warga menaruh curiga. Kini menerima kabar MJ telah meninggal dunia,” kata Enting yang juga anggota DPRD Kabupaten Indramayu itu.

Seperti diberitakan, pria berusia 31 tahun itu disergap Tim Densus Anti Teror 88 Mabes Polri saat berada di sebuah warung es kelapa muda di Jl Raya Patrol-Haurgeulis, Rabu (7/2). MJ diintai saat sedang mengendarai sepeda motor. Dia kemudian disergap saat berada di warung es kelapa.

Saat itu, Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP mengatakan MJ diamankan karena terlibat aksi teror di Makassar, Sulawesi Selatan, pada malam tahun baru kemarin. Hanya saja, Arif tidak bisa memberikan keterangan secara detail soal keterkaitan MJ dengan aksi teror di sejumlah tempat di tanah air. “Semua ditangani Densus 88,” terang Arif.

Penangkapan MJ sempat mengejutkan. Apalagi ternyata dia diketahui menetap di Desa Mekarjati. Desa Mekarjati ini pernah didatangi Densus 88 Polri setelah terjadi aksi bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016.

Ketika itu polisi meringkus pria berinisial AH yang juga tercatat sebagai warga Mekarjati. Dalam prosesnya, AH akhirnya menjalani persidangan dan kini mendekam di Lapas Cipinang Jakarta. MJ dan AH diduga satu jaringan teroris. MJ bahkan disebut-sebut binaan AH.

MJ sendiri dinyatakan meninggal dunia setelah ditangkap Densus 88. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal penyebab kematian MJ. Jenazah MJ diserahkan ke pihak keluarga di Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu lalu (10/2). Jenazah tiba sekitar pukul 05.40 dan dimakamkan sekitar pukul 06.00. (kho/kom)