Dinilai Tidak Maksimal, DPR Tegur BMKG

GEMPA-ILUSTRASIIlustrasi. (dok jawa pos)

JAKARTA – Rentetan bencana di Indonesia rupanya menjadi perhatian utama DPR RI. Apalagi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa kali dinilai tidak maksimal dalam bekerja.

Merespons hal itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta BMKG untuk lebih meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat sinergi sistem mitigasi di wilayah Indonesia.

“Saya ingin BMKG lebih kuat. Saya ingin koordinasi mitigasi bencana lebih kuat,” kata Fahri Hamzah pada sambutannya saat berkunjung ke BMKG di Jakarta, Rabu (9/1).

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menilai, mitigasi bencana sangat penting di Indonesia. Itu karena lokasinya berada di wilayah cincin api dan tiga lempeng sehingga rawan bencana gempa, erupsi gunung api dan lainnya.

“Jika diperlukan adanya regulasi baru untuk memperkuat mitigasi, maka BMKG bisa mengusulkan ke DPR,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi juga meminta agar sinergi antara BMKG dengan lembaga dan badan lainnya yang terkait agar diperkuat lagi. “Saya melihat BMKG punya data yang lengkap. Seharusnya bisa juga memperkuat sinergi ini, bukan lemah seperti saat ini,” kata Kurtubi.

Merespons usulan tersebut, Kepala BMKG Dwikorita mengungkapkan, bersama kementerian dan lembaga terkait, khususnya yang fokus terhadap penanganan bencana, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak tahun 2017.

“Untuk mengatasi peningkatan jumlah intensitas bencana telah dilakukan melalui pengembangan inovasi teknologi yang dimulai 2018, penyempurnaan regulasi yang dikoordinasikan oleh BNPB, Kementeriaan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dalam penguatan sinergi dengan Pool of Expert,” ujarnya.

Dirinya menyadari, lembaga yang dipimpinnya tersebut masih jauh dari kata maksimal. Oleh karena itu BMKG terus melakukan evaluasi agar semakin dipercaya masyarakat. “Evaluasi terus kami lakukan. Kami sadar belum maksimal sejauh ini,” tandasnya. (frs/fin)