oleh

Disdik Dorong Peningkatan Mutu SD, Lakukan Pembinaan Kurtilas Sesuai Zonasi

INDRAMAYU – Sejumlah upaya dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan mutu sekolah dasar (SD) dalam rangka memenuhi kebutuhan standar nasional pendidikan.

Salah satunya dengan melaksanakan pembinaan kurikulum 2013 (Kurtilas) di zonasi SD, yang digelar di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SDN Punduan desa Mekarjaya Kecamatan Haurgeulis, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim SPd menjelaskan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Asistensi Penguatan Praktik Pembelajaran dan Penilaian (3P) dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tentang program pembinaan mutu SD yang sesuai dengan kurtilas.

“Kurtilas merupakan kurikulum yang diterapkan pemerintah untuk menggantikan kurikulum 2006 atau yang sering disebut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, red). Keberhasilannya sangat bergantung pada praktik pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.

Keberlangsungan kurtilas, lanjut Malik, membutuhkan pemahaman mendalam dari seluruh pihak yang berkepentingan di dunia pendidikan. Diantaranya adalah untuk memahami konsep dan strategis penguatan, pembelajaran dan penilaian serta ekstrakurikuler dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Banyak bagian-bagian yang harus dipahami sekolah dan seluruh tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu SD. Tidak hanya pada bidang akademik. Namun juga pada bidang-bidang ekstrakurikuler seperti kepramukaan, keolahragaan, kesenian, klub sains serta bidang UKS,” imbuhnya.

Pemahaman akan peningkatan mutu SD, tak terlepas dari kompetensi dari tenaga pengajar. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu terus berupaya mengoptimalkan pendampingan pembinaan mutu SD melalui program In House Training (IHT).

“Dengan IHT, kita berupaya mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki sekolah maupun tenaga pendidik. Sehingga mereka dapat meningkatkan kinerja, yang tentunya akan dibarengi dengan meningkatnya keterampilan serta keahlian sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing,” tegasnya.

Selain pemahaman teknis dan metode pembelajaran siswa peserta didik di sekolah, tambahnya, penguasaan sistem manajemen juga menjadi faktor penting keberhasilan peningkatan mutu SD. Di antaranya pengelolaan bantuan pemerintah, pelaporan kegiatan dan keuangan dengan penyusunan program, rencana anggaran biaya (RAB) maupun pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU).

“Yang tak kalah penting adalah penguasaan sistem manajemen. Sehingga mereka akan mampu mengelola bantuan pemerintah, pelaporan kegiatan dan keuangan dengan penyusunan program, RAB maupun pelaksanaan MoU sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (cup)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed